TRIBUNUS-ANTARA.COM | SUBANG, Perkara meninggalnya seorang tahanan Polsek Compreng Polres Subang beberapa waktu lalu membuat orang tua  almarhum Wahyudin Rahmatulloh (18)  melaporkan Ke Bagian Bidpropam Polda Jawa Barat Kamis 23/02. Dalam laporannya, Cecep Sugandhi (44) ayah korban meninggal menyebutkan bahwa dirinya amat menyayangkan tindakkan Kapolsek Compreng dan anak buahnya yang tidak melakukan penanganan yang benar mengingat anaknya saat itu mengalami luka yang cukup parah.  Kapolsek Compreng AKP.H.Dadang Kurniadi, SH.telah melakukan pelanggaran disiplin sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 huruf (a) dan huruf (f) dan pasal 6 huruf (j) PPRI no.2 Tahun 2003 Tentang Disiplin anggota Polri  bahwa "Dalam melaksanakan tugas  anggota polri wajib mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat sebaik-baiknya. Mentaati peraturan perundang-undangan serta perturan kedinasan yang berlalu. Dan anggota Polri dilarang berpihak kepada perkara pidana yang ditanganinya.

Dalam berita acara yang dibuat oleh Subbid Provost Bid Propam Polda Jabar LP/15.B/II/2017/Yanduan tanggal 23 Februari 2017. Cecep Sugandhi warga Kp.Garduh RT.01/02 Desa Datarnangka Kec.Segaranten Kab.Sukabumi Jabar menceritakan almarhum anaknya yang ditangkap oleh anggota Polsek Compreng hari Minggu tanggal 11 Desember 2016 di daerah Kiara Payung Desa Kiara Sari Kec.Compreng kab.Subang Jawa Barat.

"Saya ingin keadilan ditegakkan, kenapa anak saya ditahan dan kenapa sampai harus meninggal dunia?" kata Cecep Sugandhi kepada media sambil menunjukkan berkas surat yang diterimanya dari Polda Jawa Barat. Cecep hanya berharap ada kepastian hukum, apa kesalahan anaknya. Dan Pihak Polisi Polsek Compreng bisa transparan mengenai kejadian yang sebenarnya.  (tim)


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.