Kediri | Tribunus-antara.com,  Hall Room Hotel Insumo Kota Kediri, malam ini agak berbeda dengan malam-malam sebelumnya, karena malam ini dilangsungkan “Malam Keakraban FKUB”, dan yang paling spesial, acara ini juga dihadiri Prof.DR.M.Mahfud M.D. Malam keakraban FKUB ini dihadiri Walikota Kediri, Abdullah Abubakar, Kasbrig 16/WY, Letkol Inf Valentino Simanjutak (Mewakili Danbrigif 16/WY), Kasdim Kediri, Mayor Inf Joni Morwantoto (mewakili Dandim Kediri, serta Kapolresta Kediri, AKBP Wibowo, jumat (03/03/2017)
 
“Pertemuan ini sudah diadakan untuk kesekian kalinya dan hari ini, kita mendapat kehormatan atas kehadiran bapak Prof.DR.M.Mahfud M.D., beliau ini adalah seorang cendikiawan sekaligus mantan pejabat Negara. Kota Kediri saat ini mempunyai semboyan Harmoni, yang artinya warga Kota Kediri mampu menjadi Kota yang mengedepankan keadilan. Harmoni akan menjadikan warga Kota Kediri menuju keadilan sosial, politik, dan hukum, dan hal itu perlu take and give dengan menbar senyum dan kasih sayang serta membawa kedamaian,”kata Abdullah Abubakar saat memberikan sambutan.
 
Malam keakraban FKUB ini juga dihadiri Ketua Dewan Pembina FKUB Kota Kediri, K.H.Anwar Iskandar, Ketua FKUB Kota Kediri, Drs.H.Mahruf Anas, Drs.H.Sunarto (Islam), Pdt.Timotius Kabul (Kristen Protestan), Rm. Yohanes Katidjanarso (Kristen Khatolik), Ni Made Susilowati (Hindu), Nudhi Irawan (Budha), Suprayitno (Konghuchu), dan Suparto (Penghayat).
 
“Saya banyak teman dari berbagai etnis dan agama dan kemudian muncul ide untuk melahirkan FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) di Kota Kediri, selanjutnya kami sering melakukan pertemuan-pertemuan di berbagai tempat ibadah. Setiap pertemuan, kami memberikan pemahaman satu samalain tentang hubungan berlatar kultur, budaya hingga politik, dan sampai detik ini ,organisasi ini masih tetap eksis di Kota Kediri,” kata K.H.Anwar Iskandar pada kesempatannya.
 
Bagi Mayor Inf Joni Morwantoto, persoalan bangsa ini bisa diselesaikan dengan dialog yang berbasis komunikasi lintas agama, dan hal itu sangatlah penting, guna menetralisir ancaman provokasi atau upaya memecahbelah persatuan dan kesatuan melalui isu-isu SARA. Peran semua tokoh agama, tidak bisa dipisahkan dari bagaimana mendapatkan solusi yang terbaik dan bagaimana menggandeng satu sama lain diantara perbedaan, karena bagaimanapun juga, semua tokoh agama punya andil besar membawa umatnya masing-masing ke jalur perdamaian dan menjauhi segala pertentangan yang berujung permusuhan.
 
“Kota Kediri adalah salah satu kota yang menjunjung tinggi pluralisme dan peran FKUB berada ditengah-tengah kehidupan sosial masyarakat dengan latarbelakang yang berbeda-beda, sangatlah penting untuk mewujudkan kedamaian.Masih teringat kata-kata Bung Karno, “Jas Merah” yang artinya jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, dan bila dijabarkan, marilah kita belajar dari fakta dan sejarah bangsa ini, bagaimana pluralisme diantara perbedaan etnis dan agama, sudah ada sejak zaman dulu. Perbedaan keyakinan adalah hak masing-masing pribadi, karena ujung-ujungnya, semua terarah pada Tuhan Yang Maha Esa, dan kita harus membangun kebersamaan dalam pluralisme diantara segala perbedaan, dan setiap apa yang ada dalam pikiran atau tindakan kita, selalu dianggap paling benar dan orang lain selalu salah,” kataProf.DR.M.Mahfud M.D

Posting Komentar