Pasuruan | tribunus-antara.com, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifuloh Yusuf Selasa 21/03 mendampingi Mentri Kordinator Bidang kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan pukul 13.40 WIB di Aula Pancasila Universitas Yudharta komplek Pondok Pesantren Ngalah Desa Sengon Agung Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan dengan menggunakan kendaraan Toyota Land Cruiser  Nomer Polisi RI 19, kedatagan rombongan di sambut oleh Forpimda Kabupaten Pasuruan dan Muspika Kecamatan Purwosari 

Sekitar 300 orang santri KH.Soleh Pimpinan Pondok Ngalah berikut para undangan yang hadir terdiri dari Tenaga ahli menteri koordinator kemaritiman Republik Indonesia ( Septian Hario Seto ).
Staf menteri koordinator kemaritiman Republik Indonesia ( Ubai Dillah ), Tokoh Ulama, Tokoh Lintas Agama

Dalam sambutan Rektor Universitas Yudharta Bapak Syaifulllah  Indonesia sebagai poros dunia Negara maritim yang di segani oleh Negara lain dan kaya akan kekayaan alamnya di Jawa Tengah Sultan Hamengku Buwono pun telah merekomendasikan bahwa Negara Indonesia adalah sebagai Negara poros maritim, dalam acara seminar kemaritiman dengan tema " Indonesia sebagai Negara poros kemaritiman " dengan ketua panitia Bapak Sucipto.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Forkopimda Kabupaten Pasuruan, KH. Sholeh ,sebagai pengasuh Pondok pesantren Ngalah yang telah memberi waktu kepada kita untuk memberi seminar singkat tentang Kemaritiman," kata Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan. Masalah keamanan untuk saat ini telah menjadi isu dan bagaimana kita menyikapinya marilah kita pupuk dan pelihara sinergitas antara tokoh lintas agama yang berada di Kabupaten Pasuruan ini.

Masalah Narkoba yang sekarang menjadi masalah saat ini dan dampaknya sudah membesar dan Indonesia, bukan menjadi transit lagi dan narkoba tidak mengenal pangkat semua kalangan bisa di masuki narkoba saat ini, lanjut Jenderal Luhut

Selain itu juga isu Kesenjangan dalam masyarakat, masalah kesenjangan dalam hal ini bagaimana kita mengatasi kesenjangan di masyarakat saat ini agar tidak terjadi ketimpangan sosial dan ekonomi di kalangan masyarakat yang berbagai karakter. Maka dari itu kita harus kompak dalam menyikapi masalah keamanan, narkoba, kesenjangan dan lainnya semua tidak luput dari peran serta para tokoh lintas Agama saat ini.

"Terima kasih juga kepada KH. Sholeh yang telah bisa mempersatukan para tokoh lintas Agama di wilayah Pasuruan dan sekitar, marilah kita sama sama rapatkan barisan untuk saling sinergi antar umat ber Agama.

" Masalah kesenjangan yang selama ini terjadi di masyarakat saat ini adalah terkait kemiskinan dan masalah penguasaan lahan tanah, lanjut Luhut. Purnawirawan Jnderal ini juga berpesan untuk menjaga Bhineka tunggal seperti yang diamanahkan Presiden Republik Indonesia.

"Betapa besarnya Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan besarnya Indonesia sama dengan Eropa dan terdiri dari berbagai pulau-pulau kecil baik yang berpenduduk maupun tidak berpenduduk. Menteri Luhut menambahkan bahwa Potensi dan energi yang saat ini terkandung dalam kekayaan alam Indonesia bukan main banyak nya dan itupun hanya ada di Negara Indonesia, kita tidak boleh takut kepada bangsa mana pun juga bagaimana cara kita mensikapi masalah ini kita harus lebih giat belajar khususnya pada adik - adik mahasiswa yang saat ini duduk di hadapan kami, maka dari itu tunjukan peran serta kalian sebagai mahasiswa.  Negara Indonesia adalah Negara maritim terbesar di Dunia untuk saat ini yang menjadi masalah adalah terkait sampah di laut, Menteri Luhut berpesan untuk menjaga kebersihannya.  (nugroho tatag)

Posting Komentar