TRIBUNUSANTARA.COM |  PASURUAN, Polres Pasuruan Kota bongkar pungutan liar (pungli) Program Operasi Nasional Agraria (Prona) di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Jumat (3/3/2017). Dari Operasi Tertangkap Tangan (OTT) ini petugas menangkap 4 orang perangkat desa dan menyita uang tunai Rp 93.300.000,-. Kini keempat perangkat desa diamankan di Mapolresta menunggu pemeriksaan. Sementara ini keempat perangkat desa ini dijadikan tersangka.

Keempat pelaku, masing-masing Sukariyadi (Kaur Brongkol), Abdul Kholim (Sekdes), Abdul Syukur (Kasun Krajan 1) dan Supriyadi (Kaur Keuangan). Untuk pengembangan kasusnya, kini petugas fokus pada keterlibatan Kepala Desa (Kades) Cukur Gondang. Proyeka Prona yang menjadi program nasional di Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang tidak dipungut biaya sama sekali. Intruksi pemerintah pusat, setiap sebidang tanah dikenakan tarif Rp 500 ribu - Rp 700 ribu. Untuk menyamakan tarif, pihak desa sebelumnya membentuk kepanitiaan. Panitia terdiri dari Kepala Desa dan perangkat desa. Setelah itu dilanjutkan lagi dengan rapat bersama warga dan instansi lainnya.

Kata Kapolresta, uang yang disita dari Supriyadi Kaur Keuangan sebesar Rp 19.000.000,-. Kemudian Supriyadi kaur Rp 8.000.000,-. Lalu dari Abdul Syukur sebesar Rp 26 juta. Dari tangan Abdul Kholem sebesar Rp 500.000,-. Kronologis singkatnya, petugas yang menanggapi laporan warga langsung ke rumah Sukariyadi, salah satu terlapor saber pungli. Dari tangan Sukariyadi petugas mengembangkan lagi menuju ke kantor desa. Dari situlah pengembangan semakin jelas. Tiga orang berhasil dibekuk. Sesuai keterangan para tersangka, panarikan uang itu dilakukan dengan alasan untuk biaya administrasi.

"Kami melakukan OTT ini bermula dari laporan warga. Dari lapangan kita tangkap 4 orang perangkat desa yang melakukan penarikan prona. Barang bukti yang disita berupa uang tunai Rp 93.300.000,-. Buku daftar nama warga yang mengajukan prona. Untuk pengembangan kita akan arahkan kepada keterlibatan kepala desa. Untuk desa lainnya, kita masih menunggu laporan," jelas Kapolres Pasuruan Kota AKBP Rizal Martomo, SIK, MH. Penangkapan dilakukan di Kantor Desa Cukur Gondang.

Alasan untuk biaya pemasangan patok, pengukuran yang mendatangkan petugas BPN, foto copy, biaya beli kertas dan biaya-biaya lainnya. Perbuatan para pelaku dijerat pasal 12 huruf e, UU RI Nomor 31 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. Ancaman hukuman yang akan dijalani pelaku 5 tahun penjara. (kadir zaelani)


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.