Pasuruan, Tribunus-antara.com | Sat Pol PP Kabupaten Pasuruan tidak becus. Ada dugaan telah memperjual belikan peraturan. Pabrik bahan baku pakan ternak dari limbah PT Cheil Jedang Indonoesia (CJI) Rejoso yang berlokasi di desa Tebas yang tidak berijin, dan sempat ditutup Satpol PP, ternyata kembali buka. Padahal pihak pabrik pernah berjanji akan menghabiskan bahan baku sampai akhir bulan Pebruari lalu. Fakta yang terjadi di lapangan, pabrik milik Rudi asal Perumahan Sekargadung, Kota Pasuruan itu kembali produksi hingga sekarang. Karena bukanya pabrik berlokasi di Desa Tebas, Kecamatan Gondang Wetan itu, kini warga kembali resah lantaran bau busuk menyebar.

Alasannya  klasik, Rudi mengaku kalau bahan bakunya masih ada dan dirinya akan menghabiskan bahan bakunya kira-kira sampai pekan depan. Bukanya pabrik tersebut seakan hanya akal-akalan Rudi saja. Warga yang selama ini hanya dicekoki bau busuk limbah minta secepatnya ditutup.

“Lha ya, itu kan hanya akal-akalan Rudi saja. Katanya saat ditutup Pol PP bilang akan menutup. Rudi yang mengakui kalau memang pabriknya tidak berijin janji tutup kalau bahan bakunya sudah habis. Eh nyatanya sampai batas waktu yang dijanjikan tetap buka,” kata warga yang minta namanya tidak ditulis.

Masih kata warga, kalau Rudi sekarang masih saja alasan kalau bahan bakunya belum habis, terus kapan habisnya. Itu namanya akal-akalan untuk mengelabuhi petugas Sat Pol PP. Atau jangan-jangan memang sudah ada konspirasi antara Rudi dengan petugas Sat Pol PP. Lha ya, lanjut warga tadi, masak Sat Pol PP bisa dikelabuhi dan dikalahkan oleh seorang Rudi. Kalau Pol PP mau menegakkan peraturan dan aturan, begitu menemukan pelanggaran langsung saja bertindak tegas. Pabriknya ditutup atau diusir.

Tribunus-antara.com yang mengkonfirmasi masalah ini ke Kasat Pol PP Kabupaten Pasuruan hingga beberapa kali tidak berhasil menemui Kasat Pol PP, Yudha P. Seorang staf mengatakan kalau pimpinannya sedang tidak ada di kantornya. Saat stafnya dimintai keterangannya soal bukanya pabrik pembuat bahan baku Pabrik pakan ternak di Tebas, dirinya mengaku kalau bukan wewenangnya. Staf ini mengaku kalau Tribunusantara.com hendak menemui pimpinannya harus terlebih dulu kirim pesan singkat atau bikin janji dulu.

Sementara Rudi sendiri kepada Trihunusantara dengan tegas mengatakan kalau sekarang dirinya buka karena mendapat ijin dari Muslim Mustajab, mantan anggota dewan asal Kecamatan Pandaan.

“Saya diijinkan untuk terus buka karena menghabiskan bahan baku yang ada. Siapapun yang hendak menutup, silahkan saja hubungi Pak Muslim Mustajab. Pak Muslim Musjatab bilang ke saya, silahkan saja buka pabriknya untuk menghabiskan bahan bakunya,” tandas Rudi dengan enteng kepada Tribunusantara.com.

Terpisah, Ismail Maki, SE, MM, Ketua FORMAT (Forum Masyarakat Timur) mengatakan kalau Sat Pol PP tidak becus. Sebagai penegak Perda, Sat Pol PP harus tegas. Tidak ada tawar menawar jika memang dalam temuannya ada pelanggaran. Kalau pabrik milik Rudi ini tidak berijin, mestinya Pol PP harus menutup dan tidak ada tawar menawar menunggu bahan baku habis." Kata Maki.  Kalau habisnya bahan baku itu satu tahun berarti menutup pabrik tersebut menunggu 1 tahun lagi. “Itu namanya Sat Pol PP tidak becus dan tidak tegas. Masak Pol PP takut sama Pak Muslim Mustajab mantan anggota DPRD yang dijadikan beking oleh Rudi pemilik pabrik,” pungkas Maki. (kadir/sahr)

Posting Komentar