• Pasuruan | Tribunusantara.com,  Pungutan Liar alias Pungli di kantor-kantor desa ternyata masih saja terus terjadi. Utamanya pungli pengurusan sertifikat tanah. Rabu (15/3/2017) siang, Tim Saber Pungli Polresta Pasuruan menangkap Sekdes Kraton. Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan bersama dua orang perangkatnya yang tengah memproses sertifikat akte hibah milik Ny. Lut. Dan Ny. Khot. Karena perbuatannya, KH, Sekdes Kraton bersama 2 orang perangkatnya, LK dan TR ikut digiring ke Mapolresta.

Ketiganya sementara ini masih dijadikan saksi bersama dua orang korbannya.

“Benar, kami melakukan penangkapan atas ketiga orang perangkat Desa Kraton karena dugaan pungli untuk pengurusan akte hibah." jelas Kasat Reskrim Polresta AKP.Riyanto kepada tribunus-antara.com.

"Sekarang Sekdes dan dua orang perangkat desa masih dimintai keterangannya. Yang jelas untuk sementara kita belum bisa memberikan keterangan gamblang kepada teman wartawan. Tunggu saja hasil pemeriksaan terhadap ketiga perangkat tersebut,” Kasat Reskrim menambahkan.

Sekdes Kraton kepada Polisi mengatakan bahwa dirinya melakukan penarikan biaya proses akte hibah karena atas perintah Kades, BH. Bahkan, kata Sekdes, dirinya sudah mendapatkan mandat untuk segala penarikan biaya tersebut sejak 2014 lalu.
Sekdes,  saat ini menolak memberikan keterangan gamblang karena tidak mau kasus ini melebar.

Seperti diketahui, untuk biaya pengurusan sertifikat hibah biayanya tidak sampai jutaan rupiah.  Perkiraan biaya resminya adalah tidak sampai Rp 300 ribu. Tapi fakta yang dikenakan kepada warga Kraton, Lat dan Kh,  untuk bikin akte hibah atas tanahnya mencapai Rp 1,650 juta dan Rp 1,250 juta.

Alasan penarikan sebesar itu, karena digunakan untuk biaya administrasi. Tidak dijelaskan administrasi apa yang dimaksud.

Kedua warga yang minta pengurusan akte hibah sempat meminta kuitansi. Tapi sayangnya oleh Sekdes dan perangkat desa Kraton tidak diberikan. Petugas yang datang tiba-tiba ke Kantor Desa membuat Sekdes dan dua perangkat ini pun kelabakan. Pasalnya, petugas yang datang langsung minta kepada sekdes supaya menghentikan pekerjaannya. Setelah itu, petugas meminta mereka menyerahkan berbagai dokumen pengurusan sertifikat hibah. Merasa tidak kenal dengan petugas, salah satu perangkat sempat tanya siapa gerangan petugas itu. Setelah dijelaskan gamblang, mereka kaget dan langsung saja menuruti semua perintah petugas. Setelah barang bukti dirasa cukup, petugas pun menggelandang ketiga perangkat ke mobil menuju ke Mapolresta.

"Pokoknya pemeriksaan selesai nanti kami langsung sampaikan hasilnya kepada wartawan,” tutur Kasat Reskrim.

wartawan :  kadir zaelani
editor         :  nugroho tatag


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.