BATU | tribunus-antara.com, Dalam rangka Untuk mewujudkan Keamanan dan Ketertiban di wilayah Kodim 0818 wilayah Kab.Malang dan Kota Batu, sejumlah personal Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Kab.Makang dan Kota Batu mendapatkan pembekalan yang dibuka secara langsung oleh Wakil Walikota Batu Bapak H.Punjul Santoso Bertempat di Gedung Pancasila Balai Kota Among Tani Kota Batu, Selasa 14/3/2017.

Hadir dalam acara Komandan Kodim 0818 wilayah Kab.Malang dan Kota Batu Letkol Arm Muridan. S.Si.,M.Sc, Kepala BNN Kab.Malang AKBP I Made Arjana. SH.,MH, Kasi Intel Korem 083/Bdj Mayor Inf Teguh, Kasi Intel Lanal Malang Mayor Sunyoto, Dan Ki Brimob Malang AKP Sujari, Waka Polres Batu AKP Mudawaroh, Pabung Kodim 0818 Mayor Inf Budi Santoso, Ketua MUI Kab.Malang,Kakesbangpol Kab.
Malang Bapak Fatoni.

Dalam sambutannya Wakil Walikota Batu Bapak H.Punjul Santoso menyampaikan, Untuk mewujudkan wadah pada daerah tingkat satu dan dua yang diperuntukan bagi Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) untuk dapat saling bertukar data dan informasi Atas nama Pemerintah Kota Wisata Batu, saya memberikan apresiasi positif atas penyelenggaraan kegiatan ini, terutama kepada panitia yang telah menyelanggarakan pembekalan dengan tujuan deteksi dini segala kemungkinan Ancaman, Gangguan, Hambatan dan Tantangan yang dapat memengaruhi stabilitas IPOLEKSOSBUDHANKAM di daerah.

Aksi terorisme yang telah ada selama berabad-abad selalu menarik untuk diperhatikan. Hal ini disebabkan karena karakter dan aksinya yang dramatis dan datang secara tiba-tiba. Aksi ini merupakan peristiwa yang sangat tidak diharapkan. Terorisme dapat dikatakan menjadi sebuah tragedi kemanusiaan, terutama bagi para korban. Oleh karena itu, aksi terorisme dapat pula dikatakan suatu bentuk aksi kekerasan (violence) yang dilakukan secara kolektif maupun individual dan dapat dikatakan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dunia internasional telah direpotkan oleh aksi terorisme yang terjadi belakangan ini. Beberapa negara saling mengadakan kerjasama untuk memerangi aksi tersebut dengan mengadakan kerjasama baik bilateral, regional maupun internasional.

Pada tahun 2002, Presiden Republik Indonesia mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2002 tentang Pengkoordinasian Operasi dan Kegiatan Intelijen Seluruh Instansi Dalam Rangka Deteksi Dini Ancaman, Tantangan, Hambalan, dan Gangguan (ATHG) Terhadap Slabilitas Nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia. Instruksi Presiden ini memerintahkan kepada Badan Intelijen Negara untuk mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan intelijen.

Instruksi Presiden ini kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 11 Tahun 2006 tentang Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) merupakan kolaborasi antara kewenangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam menciptakan stabilitas nasional di daerah

Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2006 Komunitas Intelijen Daerah merupakan forum komunikasi dan koordinasi unsur intelijen dengan unsur pimpinan daerah di Propinsi dan Kabupaten/Kota 

Kominda merupakan forum komunikasi dan koordinasi di antara unsur intelijen seperti BIN, TNI, Polri, Kejaksaan dan intelijen sektoral lainnya. Unsur pimpinan daerah kabupaten dan kota menjadi penanggung jawab dan pembina Kominda.

Kominda yang telah terbentuk sejak tahun 2006 merupakan suatu forum komunikasi antar institusi yang bersifat lintas sektoral.

Sebelum mengakhiri sambutannya Wakil walikota Batu Bapak H.Punjul Santoso mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara Pembekalan Komunitas Intelijen Daerah (KOMINDA).

Dengan pembekalan ini, mudah-mudahan akan menambah semangat semua sektor lembaga dan organisasi yang ada di masyarakat, untuk mewujudkan wadah pada daerah tingkat satu dan dua yang diperuntukan bagi Komunitas Intelijen di daerah untuk dapat saling bertukar data dan informasi sehingga deteksi dini segala kemungkinan Ancaman, Gangguan, Hambatan dan Tantangan yang dapat memengaruhi stabilitas IPOLEKSOSBUDHANKAM di daerah dapat berjalan dengan baik. Saya berharap apa yang kita pelajari dalam pembekalan ini tidak hanya kita pahami saja, akan tetapi juga teraktualisasi secara nyata dalam kehidupan sehari-hari (hks)

Posting Komentar