KEDIRI - Kirab barongsay dan liang liong sekaligus selebrasi dalam rangka peringatan HUT YM Makco Thian Zhang Zen Mo yang ke 200 tahun, berlangsung di sepanjang jalan Kota Kediri, dengan mengambil start dan finish di Klenteng Tjoe Hwie Kiong yang berada di Jl.Yos Sudarso Kota Kediri. Kirab YM Makco Thian Zhang Zen Mo diikuti 50 peserta dari 38 kota se-Jawa Bali, dan menurut informasi yang dapat dipercaya, kirab ini adalah yang terbesar untuk skala Jawa dan Bali, Minggu (23/04/2017).
 
Dalam tradisi, budaya dan keyakinan Umat Tri Dharma,  YM Makco Thian Zhang Zen Mo merupakan  dewi penolong atau dewi penyelamat, karena itu keberadaan patung yang terbuat dari batuan asli dalam negeri ini, diharapkan bisa membawa keselamatan di Kota Kediri. Patung YM Makco Thian Zhang Zen Mo itu masih tampak polos dan berwarna abu-abu yang menggambarkan sosok seorang dewa yang bermahkota dan mengenakan jubah, walau tampak sederhana, namun patung itu sangat menarik dan konon  merupakan yang terbesar di Indonesia untuk patung dengan sosok dewa yang sama.
 
Walikota Kediri, Abdullah Abubakar, Dandim Kediri, Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han), Kapolresta Kediri, AKBP Anthon Haryadi, Danramil Kota, Kapten Inf Harmadi, Kapolsek Kota, Kompol Totok Widarto dan Ketua DPRD Kota Kediri, Kholifi Yunan, juga turut menghadiri dan menyaksikan secara langsung perhelatan kirap YM Makco Thian Zhang Zen Mo. Selain itu, 2 SST Kodim 0809/Kediri, 2 SST Polresta Kediri, 1 SST Satpol PP Kota Kediri dan 1 SST Banser turut mengamankan jalannya kirap YM Makco Thian Zhang Zen Mo ini.
 
Sebelumnya, berbagai kegiatan digelar pengurus Klenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri untuk memeriahkan HUT YM Makco Thian Zhang Zen Mo, mengadakan berbagai macam kegiatan anatara lain bakti sosial , pagelaran kesenian, olah raga dan lain-lain. Selain perayaan HUT YM Makco Thian Zhang Zen Mo ini, pengurus Klenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri juga memperingati berdirinya Klenteng Tjoe Hwie Kiong yang usianya sudah mencapai 200 tahun, bahkan Balai Purbakala dan Cagar Budaya telah mencatat Klenteng Tjoe Hwie Kiong termasuk cagar budaya yang dilindungi.
 
Dari 50 peserta kirap YM Makco Thian Zhang Zen Mo diantaranya Sam Poo Sing Bio dari Surabaya, Poo San Sie dari Nganjuk, Kwan Im Kiong dari Pamekasan, Kim Hin Kiong dari Gresik ,Eng Ahn Bio dari Bangkalan, Hok Swie Bio dari Bojonegoro, Hong San Ko Tee dari Surabaya, Hok Sian Kiong dari Mojokerto dan Shang Xin Tiang dari Jakarta.
 
“Budaya dan tradisi adalah akar dari identitas suatu bangsa, menjadi Warga Negara Indonesia harus tetap sebagai Manusia Indonesia seutuhnya dan berkarakter Bangsa Indonesia. Budaya dan tradisi boleh beda, tetapi dasar identitas tetaplah sama yaitu Indonesia,”kata Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han) saat diwawancarai salah satu media televisi nasional.  (harry)

Posting Komentar