Pasuruan | tribunus-antara.com, Selasa 11/04 jam 09.30 Wib di kantor pemerintah kabupaten Pasuruan Jalan Hayam Wuruk  No 14 kota Pasuruan,  Pendopo Jalan Alun-alun timur No 07 kota Pasuruan dan  kantor dewan pimpinan rakyat  daerah (DPRD) Jalan raya Raci kecamatan Bangil kabupaten Pasuruan telah dilaksanakan aksi unjuk rasa  oleh kelompok elemen mahasiswa tergabung dalam pengurus cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Pasuruan   ( PC PMII).
Aksi yang dipimpin oleh Rosul Fahrur Rozi ( Ketua  PC PMII Pasuruan ) diikuti  30 orang dengan menggunakan 20 Unit Sepeda motor dilengkapi bendera  PMII dan membawa pamplet

Adapun tuntutan aksi sebagai berikut :1. Pergerakan Mahasiswa Islah Indonesia  Pasuruan menuntut Polres untuk tegas dan tanggap menyikapi Surat edaran dari Kapolri nomor SE/ 6/ /X/ 2015. terkait dengan penanganan ajaran kebencian (hate speech). 2. Pergerakan Mahasiswa Islah Indonesia menolak kehadiran islam radikal. 3. Pergerakan Mahasiswa Islah Indonesia menolak ormas intoleran.  4. Pergerakan Mahasiswa Islah Indonesia meminta kepada Bupati kabupaten Pasuruan harus tegas dalam menyikapi islam radikal dan isu-isu sara.  5. DPRD kabupaten Pasuruan harus steril dari kelompok -kelompok radikal yang ingin merongrong negara kesatuan republik Indonesia ( NKRI).  6. Bupati Pasuruan harus segera membuat peraturan daerah dan surat edaran terkait radikalisme dan model dakwah yang mengandung unsur kebencian di Pasuruan. '

Masa aksi unjuk rasa tiba di kantor pemerintah kabupaten Pasuruan Jalan Hayam Wuruk  No 14 kota Pasuruan dipimpin oleh Rosul Fahrur Rozi ( Ketua  PC PMII Pasuruan ). Diikuti sekitar 30 orang dengan menggunakan 20 Unit roda dua dilengkapi  pamplet dan bendera merah putih dan bendera PMII selanjutnya melakukan orasi di sampaikan oleh  Rosul Fahrur Rozi ( Ketua  PC PMII ) inti orasi sebagai berikut : a. Kami berkumpul bukan cari kekayaan, Jangan  sampai isue radikalisme dan antek anteknya  masuk di pasuruan karena kita bangsa Indonesia yang berbineka tunggal eka. b. Kami dari pergerakan mahasiswa islam indonesia Pasuruan  menolak radikal masuk di pasuruan.  c. Orang islam tidak boleh  menghujat orang lain, orang islam harus membantu sesama muslim.

"Kami berharap kepada pemerintah kabupaten Pasuruan memberikan kibijakan dan tindakan penolakan islam radikal di wilayah Pasuruan, " teriak orator aksi. Indonesia sudah di susupi radikalisme dan mau merongrong negara kesatuan republik Indonesia, kami ingin ketenteraman di wilayah Pasuruan.

Perwakilan  masa sebanyak 3 orang melaksanakan mediasi  ditemui oleh AKP Bambang( Kasat intelkam polreskota Pasuruan ) Zainudin ( kabakesbangpolkab Pasuruan) dan Yudha (kasat Pol PP kabupaten Pasuruan) diawali penyampaian Zainudin (kabakesbangpolkab Pasuruan ) di ruang rapat sekertaris daerah. Inti pertemuan intinya Penyampaian Rosul Fahrur Rozi (Ketua  PMII Pasuruan ) yang intinya sebagai berikut Permintaan maaf Bapak bupati Pasuruan tidak bertemu dengan perwakilan mahasiswa karena sedang melakukan rapat, Bupati Pasuruan melalui jajarannya sudah menyampaikan mempunyai stetmen yang sama terkait radikalisme.

Lanjut Yudha, mewakili pemerintah daerah bekerjasama Polri dan TNI sudah mengambil sikap untuk menjaga keutuhan NKRI khususnya di kabupaten Pasuruan dan kami sudah mencatat dan mengambil  sikap sumua saran akan di sampaikan kepada  Bapak Bupati Pasuruan.

Senada, Zainudin ( Kabakesbangpolkab Pasuruan ) menjelaskan Bakesbangpolkab.Pasuruan telah melakukan sikap terkait radikal , masalah narkoba dan bertindak untuk  mencegah sedini mungkin guna untuk menjaga keamanan di wilayah pasuruan.
b). Pemerintah  Pasuruan telah berupa membina LSM, karang taruna  untuk menjaga kesatuan bangsa dan mencegah narkoba di kabupaten Pasuruan .
Apa yang diinginkan rekan mahasiswa nantinya akan ditindaklanjuti dan akan disampaikan kepada Bupati Pasuruan. (t)


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.