JOMBANG - Imam Bukhori (31) bersama 70 warga Kedung Melati  Kec kesamben kabupaten Jombang berunjuk rasa Jumat 21/04. Warga geram dengan Proyek pembangunan jalan tol yang ada di desa tersebut.

Menurut kordinator aksi, akibat dari proyek pembangunan tol, pengairan atau irigasi persawahan terganggu serta banyak rumah warga
 yang retak akibat banyaknya truk-truk tonase besar yang melintasi jalan desa. Belum lagi debu yang mengganggu pernapasan warga.

Aksi demo yang kesekian kali dari warga desa terkait proyek jalan tol, masyarakat sebenarnya mendukung pengerjaan proyek tol Kertosono-Mojokerto tersebut.  Karena merupakan proyek nasional dan akan membantu peningkatan perekonomian masyarakat. Namun, kata Imam, juga harus memperhatikan dampak pada lingkungan sekitar desa .

“Pihak pelaksana tol hanya mengejar deadline proyek saja, tapi tidak memperdulikan dampak kerusakan yang ditimbulkan, mereka harus bertanggung jawab,” lanjut Imam Bukhori

Dalam aksi unjuk rasa  damai yang dikawal personil dari Polsek Kesamben, Koramil kesamben itu, Kordinator aksi, Imam Bukhori, menyebut juga atap sekolah yang jebol karena pemasangan pancang (paku bumi) serta jalanan yang rusak karena kendaraan truk proyek yang lewat over kapasitas.

Demo warga yang dimulai pagi hari jam 8 hingga pukul 09.00 WIB tersebut. Hadir saat aksi warga, Camat Kesamben, Kapolsek serta Danramil Kesamben untuk membantu memediasi keluhaan warga desa Kedung melati kecamatan kesamben tersebut. (siin)


Posting Komentar