Pusat Studi Pancasila UGM bekerjasama dengan P4TK IPS dan PKN Malang menyelenggarakan FGD Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Kamis 20/04 lalu

Dalam FGD pendidikan kewarganegaraan di latarbelakangi oleh semangat memasukkan kembali Pancasila sebagai mata pelajaran di sekolah. Mengembalikan pancasila sebagai mata pelajaran adalah dengan mengganti PKn (Pendidikan Kewarganegaraan) dengan PPKn (Penddidikan Pancasila dan Kewarganegaraan). Hal ini disebabkan oleh termarjinalkannya pendidikan PKn dan IPS, sistem pendidikan nasional terlalu fokus kepada aspek kognitif.

Selain itu, pada mata pelajaran PKn dan IPS terjadi krisis inovasi dan pembaruan materi pembelajaran yang kurang harmoni atau kurang sejalan dengan praktek sosial dalam masyarakat.  Problem yang juga tidak kalah penting adalah terjadinya kerapuhan birokrasi (tidak konsisten) yang mengatur implementasi pendidikan PKn dan IPS, serta terjadi kerapuhan substansi yaitu gagalnya transfer nilai yang seharusnya dapat membentuk karakter ke-Indonesiaan-an bagi peserta didik.

Peserta FGD yang menyumbangkan pemikiran pada kegiatan ini adalah Dr. Achmad Rizali, M.Sc (Staf Khusus Mendikbud), Prof.Ir. Nizam, M.Sc,DIC, Ph.D (Balitbang Kemendikbud), Dr. Heri Santoso (Kepala PSP UGM),  Prof. Dr. Kaelan, M.S (Pakar Pancasila),  Dr. Darmaningtyas (Praktisi Pendidikan), Drs. M. Muhadjir, M.A (Kepala PPPPTK IPS dan PKn Malang),  Akhmadi, M.M (PPPPTK IPS dan PKn Malang), Drs. Djoko Winarjanto, M.M (PPPPTK IPS dan PKn Malang),  Supardi, SE (PPPPTK IPS dan PKn Malang), dan  Yudi Setianto, M.Pd (PPPPTK IPS dan PKn Malang)
@http://psp.ugm.ac.id,repost by:tatagbuleng



Posting Komentar