Pasuruan | tribunus-antara.com,  Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) se Kota Pasuruan leh petugas Pol PP, diskriminasi alias tebang pilih. Kenyataan ini dialami oleh pedagang Soto Ayam milik Moh. Toha di Jl Kartini (Bangilan), tepatnya sebelah barat Kantor Pegadaian. Sudah dua kali meja dan kursi penjual soto ini diusung ke Kantor Sat Pol PP di Jl Gajah Mada.
Alasan petugas Pol PP, karena meja kursi ini diletakkan di trotoar pada siang hari dan dianggap mengganggu.

Sementara itu, pralatan milik pedagang emas timbangan yang siang malam diletakkan di trotoar tersebut dibiarkan. Termasuk warung nasi 24 jam yang ada di sebelah timur penjual soto juga dibiarkan meski siang hari diletakkan begitu saja di trotoar tersebut.
"Saya ini tidak mengerti kok punya saya saja yang diobrak-abrik oleh petugas Pol PP. Sedang penjual atau pedagang lain yang ada di sebelah-sebelah saya dibiarkan begitu saja. Apakah peraturan larangan meletakkan meja kursi hanya berlaku untuk saya saja," tegas Toha, kepada Tribunus-antara.com.

Yang sangat disesalkan Toha, setiap kali petugas Pol PP ditanya soal aturan tidak pernah memberikan jawaban jelas. Jawabannya terkesan mengancam. "Kamu kesini mau mengambil meja kursi atau mau tanya aturan. Kalau mau ambil meja kursi silahkan sekarang minta surat keterangan dari kelurahan. Isi suratnya adalah permohonan pengambilan meja kursi," terang Toha pemilik warung soto yang bukanya hanya malam hari saja. Toha punya kecurigaan kalau bersih-bersih oleh Pol PP ini titipan dari orang yang berduit dan tidak suka pada dirinya.

Masih kata Toha, dirinya akan mematuhi anjuran Pol PP, yaitu membawa pulang meja kursinya pada siang hari. Tapi syaratnya, imbuh Toha, dirinya minta kepada Pol PP supaya tidak ada tebang pilih. Semua PKL yang ada di sepanjang jalan ini harus ditertibkan juga. Artinya sepanjang jalan tersebut bersih.

Diakui, dirinya tahu kalau meja dan kursinya dagangannya diusung petugas Pol PP dari tetangganya. Setelah dicek ternyata benar. Sesuai informasi yang dikorek dari orang-orang yang dekat dengan lokasi daganganya, petugas yang mengusung meja kursinya adalah Naryo, Cs. Setelah didatangi di kantornya, Naryo tidak bisa menjelaskan aturan yang digunakan untuk mengusung peralatan dagangannya. Kaitan ini belum diperoleh konfirmasi dari Naryo ataupun Kepala Sat Pol PP. H. Yunus Ilyas. (kadir)    


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.