JAKARTA - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta menggelar razia di tempat hiburan malam, karaoke Diamond, Tamansari, Jakarta Barat. Alhasil, 16 orang terjaring lantaran positif menggunakan narkotika.

Selain pengunjung tempat huburan malam itu, dalam razia tersebut pihak BNNP menemukan beberapa alat hisap sabu yang tersimpan di meja resepsionis.

"Kayaknya itu disiapkan oleh mereka, disediakan oleh pemilik Dimamond ini. Karena kita temukan banyak plasitik sabu baru maupun yang lama di meja resepsionisnya, termasuk alat-alat bong (alat hisap sabu)," ujar Ketua BNNP DKI Jakarta, Brigjen Johnypol Latupeirissa, saat dihubungi, Kamis (13/4/2017).

Pria yang kerap disapa Johny ini menambahkan, kegiatan razia yang digelar pada pukul 00.30 WIB ini, melakukan test urin kepada seluruh pengunjung tempat hiburan malam itu yang berjumlah sekitar 44 orang.

"Terdapat 16 orang positif, termasuk 6 orang tersangka karena sedang menggunakan sabu di dua ruang berbeda. Kita sita sabu dan alat hisapnya," tambah Johnypol.

Lebih lanjut, Johny mengatakan, pihak BNNP menggelar kegiatan razia tersebut lantaran sebelumnya pihaknya telah melakukan pengawasan terhadap tempat tersebut dan mendapat informasi bahwa tempat hiburan malam itu mejadi sarang peredaran narkotika.

"Kita kan sudah ada bidang intelijen, kita obserfasi dulu. Darisanalah (akhirnya dilakukan operasi)," ucap Johnypol.

Saat ini, Johny mengaku akan berkordinasi dengan BNN, dan Pemerintah DKI Jakarta untuk memberikan sanksi administratif atau penutupan Diamond.

"Karena memang dari ketentuan yang disampaikan pemerintah daerah. Kalau ada peredaran apalagi menyediakan, akan ditutup," tandas Johny.

Posting Komentar