KEDIRI- Komitmen untuk saling menghargai dan saling menghormati dalam konteks kerukunan antar umat beragama tertuang dalam sekolah multikultural 3d yang bakal berlangsung 3 hari berturut-turut di balai Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Sekolah multikultural 3d ini juga dihadiri Pabung Kodim Kediri, Mayor Inf Puguh Jatmiko, Danramil Mojoroto, Kapten Inf Arifin Effendi, Kakesbangpolinmas Kota Kediri, Tanto Jauhari, Kapten Inf Nur Wakhid dari Brigif 16/WY dan Kapolsek Mojoroto, Kompol Didit Prihantoro, Jumat (21/04/2017).

"Menyadari kalau kita beragam, memang harus ada dalam pikiran kita, ada dalam hati kita. Hidup berdampingan dengan kedamaian jauh lebih baik daripada hidup saling bermusuhan. Pertikaian tidak akan memecahkan solusi, tetapi justru memperkeruh situasi dan menancapkan benih permusuhan," kata Mayor Inf Puguh Jatmiko, yang saat itu sengaja berbaur dengan berpakaian atribut FKUB.

Paguyuban lintas agama yang tergabung dalam FKUB, yang hadir diantaranya Ketua FKUB Kediri, H.M.Salim, Ketua PCNU Kota Kediri, K.H. Abdullah Abdul Jalil, K.H.Anwar Maruf, Pdt. Timotius Kabul ,Romo Karyono dan H.Taufiq Amin.

"Jangan mudah goyah terhadap isu-isu yang berbau provokatif. Bangsa ini sudah majemuk jauh sebelum kita lahir, jadi tidak tepat kita memperdebatkan kemajemukan itu. Hanya orang yang tidak tahu sejarah, buta fakta, yang memperdepatkan perbedaan diantara kita," kata H.M.Salim.

Sekolah multikultural 3d ini diselenggarakan oleh FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) dalam rangka meningkatkan peran pemuda lintas agama menuju masyarakat yang damai dan toleran. Peserta sekolah multikultural 3d ini terdiri dari berbagai komunitas maupun organisasi berbagai agama yang ada di Kediri ,dan nantinya seluruh peserta juga mendapatkan sertifikat bukti keikutsertaannya dalam pendidikan non formal ini. (t)

Posting Komentar