KEDIRI -  Dalam Rangka meningkatkan potensi perikanan terutama pada perikanan budidaya di Kota Semarang Jawa Tengah, sebanyak 40 pelaku usaha perikanan dan pendamping dari Dinas Perikanan Kota Semarang melakukan kunjungan ke Dinas Perikanan Kabupaten Kediri pada Rabu, 19 April 2017. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nurhafid, S.Pt, MM yang didampingi Kasie Pengembangan Usaha Perikanan Andik, S.Pi di Ruang Rapat Dinas Perikanan

Kepala Bidang pengelolaan pembudidayaan ikan  Dinas Perikanan Kota Semarang Drs. Siswanto, MM  menyampaikan jika tujuan kunjungan ke Kabupaten Kediri adalah guna bertukar informasi tentang budidaya perikanan terutama usaha pembenihan ikan air tawar. “Kami mendengar dari berbagai sumber bahwa Dinas Perikanan Kabupaten Kediri mampu mengelola potensi perikanan dengan baik, terutama dipembenihan ikan serta pengembangan budidaya cacing sutra sebagai pakan utama benih ikan, untuk itu kami ingin mempelajari apa saja tentang pengembangan perikanan yang nantinya dapat diterapkan di Kota Semarang, “ paparnya.

Kabupaten Kediri mempunyai potensi produksi perikanan di Kabupaten Kediri sekitar 16 juta ton pertahun dengan nilai ekonomis 213 milyard, dari jumlah tersebut sekitar 11 juta ton diisi oleh ikan lele, sisanya dari ikan gurami, Nila, bawal, patin dan ikan tombro.  Sedangkan produksi dari pembenihan sekitar 16 milyard ekor dengan nilai ekonomis 584 milyar, serta produksi ikan hias sebanyak 260 juta ekor per tahun yang mampu menghasilkan rupiah sebesar 311 milyar, dengan jenis ikan hias yang dominan adalah ikan koi, cuoang dan komet disamping ikan hias yang lain.

Nurhafid, selaku Plt. Kadis Perikanan Kab. Kediri memaparkan apabila potensi perikanan yang dapat dikatakan cukup besar tersebut harus dibangun secara efektif dengan mensinergikan antara masing-masing pihak diantaranya pembudidaya, pembenih dan pedagang serta didukung dengan fasilitasi dari Pemerintah Daerah. “ Walau potensi perikanan di Kabupaten Kediri cukup besar, maka masing-masing pelaku mulai dari hulu sampai hilir harus bersinergi dengan baik, karena usaha perikanan harus terus dikembangkan secara kontinue, harus memperhatikan suply demand agar pembudiya tetap bisa mendapat keuntungan,” ujarnya.

“ Selain hal tersebut penguatan kelembagaan juga mempunyai peranan yang sangat strategis dalam upaya pengembangan perikanan, salah satunya  kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) harus terus dioptimalkan sebagai sarana untuk akses perkembangan teknologi budidaya serta untuk meningkatkan nilai tawar para pembudidaya. Oleh sebab itu kita terus melakukan pendampingan kepada para pembudidaya,” tambah Nurhafid.

Dalam kunjungan tersebut peserta mengunjungi pembudidaya cacing sutra di Pokdakan Bina Usaha Desa Bringin Kecamatan Badas, pembudidaya ikan cupang pokdakan Betta Jaya Desa Wonojoyo Kec. Gurah dan pembenih lele pokdakan Berkah Lele Desa Joho Kecamatan Wates. (harry)


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.