PASURUAN - Seorang anak berusia sekitar belasan tahun tengah menyunggi nampan yang berisi bungkusan dari daun pisang, berkeliling menawarkan kepada siapa saja yang hendak membelinya. Penuh semangat pantang menyerah dapat dilihat dari pancaran wajah dan sinar matanya. Teriakan bocah itu pelan namun terdengar lantang pepes....pepes, ikan pepes

Iptu Jayadi yang melihat bocah tadi lalu memanggilnya, setelah ditanya namanya adalah Afrrianto masih sekolah di SD di desa Tanjungrejo kecamatan Tongas kabupaten Pasuruan.
Afrianto menuturkan kepada Iptu Jayadi bahwa dirinya sepulang sekolah langsung membantu ibunya untuk menjualkan ikan pepes keliling.

Merasa iba, Iptu Jayadi yang kesehariaannya menjabat Wakapolsek Nguling Polresta Pasuruan ini bermaksud memberikan bocah tadi uang. Selembar uang diberikan, namun di luar dugaan uang perwira Polisi ini di tolak mentah-mentah oleh Afrianto.

"Tak boleh terima uang ini, pak," kata Afrianto. Bapak harus beli pepes ikan ini, saya gak boleh terima uang itu, kan seperti orang mengemis nanti," lanjut Afrianto. Jawaban spontan bocah kecil tersebt sempat membuat Achmad Jayadi terpana. Sesaat Polisi ini ini tak bisa berkata-kata. Bocah sekecil itu memiliki mental yang patut disuri tauladani, termasuk oleh Iptu Acmad Jayadi itu sendiri.

Sungguh merupakan pelajaran kepada kita semua betapa sebuah prilaku luhur terkadang berasala dari sesuatu yang tidak kita duga sama sekali. Sesuatu yang kita rendahkan kita remehkan ternyata membawa manfaat besar pada diri kita. Sejenak Iptu Jayadi tak menyadari bahwa sebungkus ikan pepes berada di tangannya, sementara anak tadi beranjak pergi menjauh dari Achmad Jayadi.

penulis  : jay
editor   : tatag buleng

Posting Komentar