KEDIRI -  "Aksi Kamisan" yang terdiri dari beberapa komunitas Pare atau GABUNGAN KOMUNITAS aksi  mahasiswa , Pemuda  dan Komunitas luar kota menggelar aksi di Simpang Perempatan Garuda jalan raya Pelem depan RSUD Pare Kediri  Kamis siang 18/05.

Aksi yang digelar oleh gabungan mahasiswa tersebut bukan aksi demonstran akan tetapi aksi 'KAMISAN untuk  mengkampanyekan issu HAM yang tidak pernah tuntas di negara ini.

Menurut keterangan dari salah satu mahasiswa dalam aksi tersebut, Dedy menuturkan  kepada media tribubus-antara.com, bahwa aksi tersebut juga aksi untuk refleksi terhadap ingatan tragedi kemanusiaan yang sampai saat ini belum tuntas. Kata Dedy, seakan akan negara memaksa regenerasi untuk melupakan sejarah gelap negara ini.

Sebut saja kasus tragedi Marsinah, Munir, Wiji Tukul, semua tidak terselesaikan sampai saat ini
 dan sejarah KAMISAN sendiri berangkat dari awal kasus Almarhum IWAN pada tragedi SEMANGGI
ketika ibu beliau menanyakan kasus anaknya yang tidak pernah terselesaikan sampai saat ini, sehingga ibu saudara almarhum bertekad mencari keadilan dengan mendatangi setiap hari Kamis di depan istana negara.

Ibu itu, masih menurut Dedy, memakai payung hitam seorang diri, kenapa hari Kamis, karena ibunya punya waktu hanya hari kamis selain hari itu bekerja.

Dedy melanjutkan, Hampir semua aktivitas  HAM di seluruh Indonesia mengangkat kasus ini
Aksi Kamisan sendiri sebagai aksi refleksi solidaritas merawat ingatan dan menolak lupa,supaya pemeritah bisa memperhatikan dan memperdulikan Hak Asasi Manusia. Kegiatan itu untuk mengundang simpatik para pengguna jalan yang melintas di depan RSUD Pare.  (harry)


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.