BANGKALAN - Semenjak tahun 1980 yang dicetuskan jendral M. Yusuf Program ABRI masuk Desa (AMD) yang ditujukan untuk membantu masyarakat Desa dalam menyelesaikan setiap permasalahan di desa selain itu AMD pada waktu itu juga membantu memaksimalkan potensi desa karena desa merupakan sumber penyuplai bahan-bahan pangan Nasional serta sebagai sumber ketenagakerjaan. Dalam perkembanganya dari waktu kewaktu program ini mendapat tempat dan respon yang positif baik dari Pemerintah selaku penyedia anggaran dan masyarakat yang langsung merasakan kemanfaatanya.

Seiring dengan perubahan nama ABRI menjadi TNI paska berpisahnya institusi Polri diluar Kementrian Kemhan, maka AMD berubah namanya menjadi TNI Manunggal Membangun Desa yang disingkat TMMD.

Urgensi TMMD mengandung Subtansi dua aspek yaitu aspek kesejahteraan Masyarakat dan apek pertahanan dan keamanan. Sinergitas dua aspek tersebut menjadikan TMMD program yang terus lestari dan semakin menjadi solusi dalam pembangunan di daerah terutama di daerah terpencil yang tidak terjangkau pembangunan.

Kegiatan TMMD bersifat fisik dan non fisik. Pembangunan fisik berupa pembangunan infrastruktur yang langsung menyentuh kepada kebutuhan hidup Masyarakat, sedangkan kegiatan yang bersifat non fisik sebagai sarana penyadaran Masyarakat akan penting kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai edukasi dan memberi pemahaman masyarakat maka selanjutnya akan diulas tentang proses penentuan sasaran TMMD dan urgensi TMMD. Menentukan sasaran TMMD sendiri sebelumnya juga dilakukan pendampingan aparat teritorial dalam mengawal usulan dari Babinsa untuk tingkat desa, Danramil untuk tingkat Kecamatan dan Dandim di tingkat Kabupaten/Kota.

Dari beberepa usulan tersebut selanjutnya dipertimbangkan sasaran yang paling cocok untuk program TMMD yang kriterianya menyangkut kepentingan hidup yang langsung dirasakan manfaatnya bagi masyarakat terutama di daerah pedalaman dan terpencil yang sulit terjangkau pembangunan.
Contohnya akses jalan  penghubung antar kampung/desa, pembangunan rumah tidak layak huni, jamban dan sanitasi, kebutuhan air bersih dan kebutuhan mendasar lainnya sesuai dengan kondisi yang dihadapi masyarakat.

Setelah mengarah pada kampung/desa tertentu yang memenuhi kriteria tersebut selanjutnya diusulkan kepada musyawarah perencanaan pembangunan Kabupaten/Kota agar diakomodasi dalam APBD. Pengusulan TMMD ini dilaksanakan dalam kurun waktu satu tahun sebelumnya sehingga dapat diakomodasi dalam usulan program APBD tahun yang akan datang.

Setelah usulan tersebut diakomodasi, maka instansi teknis terkait akan menghitung anggaran berdasarkan peninjauan di lapangan dan dalam pelaksanaanya dikerjakan secara bergotong royong sehingga dari sisi anggaran akan lebih efesien.

penulis/foto       : Letkol Inf Sunardi Istanto SH
editor&publish  :  Nugroho Tatag


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.