JOMBANG – Satpol PP Kabupaten Jombang kembali menggelar operasi razia Penyakit Masyarakat (Pekat). Operasi Pekat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Ali Arifin, Sabtu 20/05  Razia, kata Ali Arifin memiliki titik sasaran tempat hiburan malam dan hotel serta tempat penginapan yang disinyalir banyak digunakan oleh pasangan mesum. Operasi malam hari itu dimulai dari razia di tempat hiburan malam di cafe dan karaoke Pondok Ijo dan cafe Devis yang berlokasidi tengah kota Jombang.

Di tempat tersebut petugas tidak menemukan target sasaran. Setelah melakukan operasi tempat hiburan malam, para jajaran petugas Satpol PP langsung bergerak menuju ke pinggiran kota yaitu tempat penginapan di Jalan Raya Mastrip atau tepatnya di sebelah terminal Keplaksari Jombang.

Nah, di penginapan inilah para petugas menemukan satu pasangan bukan suami istri, pasangan mesum tersebut langsung diamankan ke dalam mobil petugas. Petugas kemudian bergegas menuju ke arah Flyover di wilayah Kecamatan Peterongan. Tak asing, tempat ini terkenal dengan warung remang-remangnya.  Menurut informasi penjaga warung juga masih gadis dibawah umur.

Di lokasi yang dituju petugas, banyak para pengunjung warung remang-remang berhamburan lari untuk menyelamatkan diri dari razia. Bahkan terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan pengunjung serta pedagang warung yang berada di flyover. Namun, dari lokasi ini petugas nihil tidak mendapatkan target operasi.  Dari flyover, operasi belum selesei, para petugas lalu menuju ke Kecamatan Mojoagung.

Di Mojoagung, hotel kelas melati di Jalan Raya Mojoagung. Para petugas melakukan pemeriksaan ke kamar-kamar hotel. Cocok dengn dugaan dan pantauan petugas, para petugas mendapatkan beberapa pasangan yang sedang berada di dalam kamar hotel. Ditemukan 6 pasangan bukan suami istri di hotel kelas melati tersebut. Setelah para petugas mendapatkan hasil target operasi malam itu, para warga yang terjaring tersebut dibawa ke kantor Satpol PP Kabupaten Jombang untuk pendataan lebih lanjut.

Kepala Bidang Trantib, Ali Arifin saat diwawancarai para awak media, menjelaskan bahwa operasi kali ini adalah operasi terakhir menjelanh bulan suci Ramadhan, untuk upaya mengurangi penyakit masyarakat. Selain itu ia juga menjelaskan bahwa operasi malam tersebut berhasil mengamankan 7 pasangan bukan suami istri, dan nantinya akan dilakukan pembinaan terhadap pelaku. “Ini adalah operasi terakhir yang kita lakukan sebelum bulan ramadhan.

"Hasi Operasi malam ini, kami berhasil mengamankan 7 pasangan bukan suami istri di dua lokasi berbeda masing-masing adalah hotel dan rumah penginapan. Sanksinya adalah akan kami lakukan  pembinaan dan memanggil keluarga serta aparat desa di mana mereka bertempat tinggal, Kita harapkan ketenangan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa nanti benar-benar bisa terwujudkan,”(siin)


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.