MALANG - Menyikapi perkembangan lingkungan strategis serta adanya potensi ancaman tersebut, maka bangsa Indonesia harus melakukan langkah-langkah antisipatif dalam menyiapkan sumber daya manusia agar tidak larut dan terseret kedalam gelombang perubahan global.

Terjadinya perubahan ternyata dapat menimbulkan berbagai permasalahan antara lain permasalahan pertahanan negara, misalnya perbatasan wilayah disintegrasi bangsa, menurunnya nasionalisme, semangat kebhinnekaan dan rasa nasionalisme yang mengarah kepada menurunnya Kesadaran Bela Negara. Hal tersebut bisa kita temukan dalam lingkungan pekerjaan, lingkungan sosial masyarakat dan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mencermati pengaruh negatif tersebut, perlu dilakukan langkah-langkah komprehensif melalui upaya pembelaan negara dengan melibatkan seluruh Komponen Bangsa Indonesia Langkah dimaksud adalah mengembalikan makna nilai-nilai kejuangan dan jati diri bangsa melalui suatu sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Kesadaran Bela Negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban untuk membela negara.

Spektrum Bela Negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga yang paling keras, mulai dari interaksi sesama warga negara sampai menghadapi ancaman bersenjata. Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara melalui nilai-nilai Bela Negara meliputi; Cinta Tanah Air. Sadar Berbangsa dan Bernegara Yakin pada Pancasila sebagai Ideologi Negara; Rela Berkorban untuk Bangsa dan Negara; dan Memiliki Kemampuan Awal Bela Negara secara Psikis maupun Fisik.

Dengan hak dan kewajiban yang sama setiap warga negara Indonesia tanpa harus dipaksa dapat berperan aktif dalam melaksanakan Bela Negara. Membela negara tidak harus dalam wujud perang tetapi bisa diwujudkan dengan cara lain seperti: melestarikan kearifan lokal/budaya dan peduli lingkungan hidup, disiplin dan taat akan hukum, mencintai produk-produk dalam negeri, ikut serta membantu korban bencana, semangat mengikuti mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan.

Mengapa Bela Negara ini penting dijadikan sebagai program untuk mendukung pembangunan bangsa dan negara kita yang besar ini, perlu dicatat bahwa jumlah sumber daya manusia yang siap membela negara merupakan salah satu unsur dalam menilai kekuatan perlawanan bangsa. Global Fire Power lembaga non pemerintah menempatkan kekuatan militer Indonesia diurutan 12 dunia saat ini. Data tersebut dapat dijadikan sebagai bahan pemikiran untuk mendorong seluruh pemangku kepentingan termasuk di jajaran Kementerian Pertahanan termotivasi untuk selalu berusaha agar setidaknya kurun 10 tahun kedepan masuk dalam 10 besar dunia. 7 bulan terakhir kita telah banyak mengalami kemajuan dalam pembangunan kekuatan pertahanan termasuk sumber daya manusianya.

Penanaman nilai-nilai patriotisme, cinta tanah air dan kesadaran bela negara kepada setiap warga negara ini sangat penting sebagai upaya membangun jiwa bela negara dalam rangka menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah serta keselamatan bangsa dari segala bentuk ancaman. Adapun Kesadaran Bela Negara salah satunya dibangun melalui program Pembinaan Kesadaran Bela Negara. Pembinaan Kesadaran Bela Negara merupakan bagian dari suatu proses pembinaan sumber daya manusia yang berkesinambungan serta disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berkembang dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. (t)

Posting Komentar