KEDIRI -  Bayu Wahyudi Pratama murid kelas VII E yang dikabarkan telah dikeluarkan  oleh pihak Lembaga MTS Negeri Kandat hari Jumat 12/05 lalu, setelah diklarifikasi wartawan tribunus-antara biro Kediri ke Pihak sekolah MTS negeri. Pihak Mts Negeri menyatakan bahwa berita tersebut tidak benar.

Bayu Wahyudi Pratama adalah murid MTSN Kandat Ringirejo yang beralamat di dusun Ringinjejer Desa Ringinanyar Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar mengatakan kepada media tribunus-antara.com, bahwa dari pihak madrasah tidak pernah mengatakan mengeluarkan bayu terkait biaya sekolah.  Bayu mengundurkan diri dengan kemauanya sendiri dikarenakan kasihan dengan bapaknya yang setiap hari berjualan cilok keliling.

Ramidi ayah Bayu juga tidak pernah merasa anak semata wayangnya tersebut dikeluarkan oleh pihak Madrasah, Sabtu pagi 13/05 pihak Kemenag kabupaten Kediri datang ke rumah Bayu untuk menanyakan langsung kabar tersebut, ternyata Bayu mengundurkan diri tidak  karna dikeluarkan terkait biaya sekolah.
Bayu pun juga tidak tahu kalau pengunduranya tersebut membuat heboh nitizen di media sosial

Ditemui oleh Waka kurikulum Andi dan Kepala Sekolah  MTSN Kandat Abdullah Rosad Kemenag Kabupaten Kediri menyatakan bahwa Bayu Wahyudi Pratama dipastikan ikut ujian Senin hari ini 15/05.
Bayu mengikuti kegiatan belajar mengajar dan telah mendapatkan kartu UUB( Ulangan Umum Bersama). Ramidi (ortu Bayu) dan bayu mendapat panggilan dari lembaga untuk mendapatkan pernyataan kartu UUB dari MTSN Kandat.

Abdulah Rasad Kepala Sekolah menyatakan bahwa pihak lembaga tidak pernah memberatkan atau menyulitkan para siswa siswinya yang terhalang kondisi ekonomi. Adapun berita berita yang mengatakan pihak lembaga mengeluarkan Bayu karna tidak mampu bayar LKS, biaya amal jariah dan lain lain, kata Rosad, itu bukan dari peraturan lembaga MTS Negeri.

"Tidak benar berita di sosial media itu," terang Abdullah Rosad. Adapun faktanya Bayu bersama bapaknya datang kesekolah untuk mengundurkan diri dari kegiatan belajar mengajar di MTS Negeri Kandat. Dan pengunduran diri Bayu tidak menyebutkan karena masalah biaya, dan pihak kami pun tidak pernah mengeluarkan kebijakan yang mengkaitkan antara masalah pembiayaan dengan boleh tidaknya siswa mengikuti ujian.

Masih kata Kepala Sekolah, keberadaan dana BIS dan KIP salah satunya dimaksudkan untuk memastikan seluruh siswa tidak lagi dihadapkan pada persoalan pembiayaan dalam menjalani proses belajar tegasnya. Karna itu sekiranya ada persoalan, maka hal itu bisa didiskusikan antara orang tua dan pihak sekolah, bila perlu dengan melibatkan komite Madrasah. (hariono/siin)


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.