MALANG - Sebagai latar belakang, bahwa dinamika perkembangan global dewasa ini sangat dinamis yang dapat berupa peluang dan tantangan bagi pembangunan bangsa dan negara. Mencermati perkembangan tersebut, dalam mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan kedepan, kita harus bersikap kritis dan antisipatif agar dinamika perkembangan yang bersifat merugikan tidak teraktualisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Secara umum dan sesuai dengan analisis hakekat ancaman, setiap negara berpotensi menghadapi ancaman militer, non militer termasuk ancaman hibrida (hybrid warfare) atau gabungan ancaman militer dan non militer sebagai dampak dari kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi komunikasi dan informasi. Persepsi ancaman militer bagi bangsa Indonesia yang cinta damai dan lebih mencintai kemerdekaan, merupakan ancaman "belum nyata". Sementara non militer dikategorikan sebagai ancaman nyata". Ancaman "belum nyata" adalah konflik terbuka atau perang konvensional di mana yang berhadapan adalah kekuatan alutsista antar negara, yang pada saat ini dan dalam dekade kedepan kemungkinannya kecil terjadi di Indonesia.

Hal ini dikarenakan bahwa Indonesia bukan negara "agresor", sesuai dengan pembukaan UUD 1945, Indonesia berikrar untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, atau dengan kata lain Menteri Pertahanan selaku pembantu Presiden di bidang pertahanan harus menciptakan perdamaian bukan peperangan. Selain itu, dengan berdirinya badan-badan dunia seperti PBB dan ASEAN itu harus lebih dapat menjamin terciptanya perdamaian di dunia. Namun demikian, kita harus tetap waspada mengingat potensi konflik militer dapat terjadi khususnya yang menyangkut kepentingan perbatasan antar negara yang mengganggu stabilitas kawasan seperti klaim teritorial di laut Tiongkok Selatan.

Sedangkan "ancaman nyata", yaitu ancaman yang saat ini sedang kita hadapi dan sewaktu-waktu dapat terjadi, serta berpengaruh terhadap ketahanan nasional, seperti: Terorisme dan Radikalisme Issu Kebangkitan Komunisme Gaya Baru, Separatis dan Pemberontakan Bersenjata, Bencana alam, Pelanggaran Perbatasan, perompakan dan pencurian sumber daya alam, Wabah penyakit, Perang cyber dan intelijen, Peredaran dan penyalahgunaan Narkoba. (t)



Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.