KEDIRI - Pertemuan tahunan lintas institusi berlangsung kemarin malam di Masjid Baitulrahman Kelurahan Semampir Kecamatan Kota, dan pertemuan tersebut merupakan agenda rutin yang selalu dilangsungkan LDII Kota Kediri. Sarasehan dan silaturahim tersebut menggandeng Babinsa, Babinkamtibmas, dan Kepala Kelurahan se-Kecamatan Kota untuk bersama-sama menyepakati keberadaan keberagamaan di Indonesia pada umumnya dan Kediri pada khususnya, Selasa (09/05).

Acara tersebut dihadiri Ketua DPD LDII, H.Usman Arif, Danramil Kota, Kapten Inf Harmadi, Kapolsek Kota, Kompol Totok Widarto, Camat Kota, Herry Purnomo dan Ketua Cabang LDII Kecamatan Kota, Puji Yuwono.

“Kita sebagai umat beragama ,tidak berhak mengkafir-kafirkan umat satu dengan umat yang lain, kita memang berbeda-beda tapi kita berada dalam wadah yang sama , yaitu NKRI. Kita tidak punya hak untuk menyalahkan ini dan itu, karena beda pandangan dalam menjalankan ibadah maupun tuntunan agama masing-masing. Kita punya hak untuk mengintervensi hak dalam menjalankan ibadah orang lain. Negara kita ini bukan negara agama, tetapi negara kita merupakan negara yang menjujung tinggi nilai-nilai agama. Tidak tepat kita merusak tatanan kehidupan beragama yang sudah berjalan dengan baik ini,” kata Kapten Inf Harmadi.

Pada kesempatannya, H.Usman Arif menyampaikan hal-hal yang sensitif dan erat kaitannya dengan kerukunan antar umat beragama, dan beliau meminta agar Babinsa dan Babinkamtibmas senantiasa merangkul semua pihak, entah apa itu latarbelakangnya. Peran Babinsa dan Babinkamtibmas sangat dominan, karena berada tepat ditengah-tengah lingkungan masyarakat. Kemajemukan yang sudah sejak dulu, tidak boleh diganggu gugat, karena hal tersebut adalah hak privasi seseorang.

“Polri bersama TNI akan selalu berada di garda terdepan, bila sewaktu-waktu pecah konflik sosial akibat isu-isu provokatif yang tidak bertanggungjawab. Kita tidak boleh membiarkan intoleransi berkembang di Kediri, karena hal tersebut merupakan benih dari kebencian, benih permusuhan. Tindakan yang berbau intoleransi inilah yang harus disingkirkan di Kediri,” ujar Kompol Totok Widarto.

Posting Komentar