PASURUAN - Mungkin Anda dan saya pernah tahu saat kecil dahulu, orang tua kita sering kali menggunakan 'polisi' untuk menakut-nakuti anak-anak. Kalau ada anak kecil tidak mau makan atau nakal, maka orang tua akan bilang, "Awas ada polisi loh" atau "Awas tak bilangin polisi loh". Seolah-olah, polisi dijadikan orang-orangan sawah untuk menakuti-nakuti anak-anak. Walaupun sebagian anak-anak seperti saya dahulu, senang sekali bila menjadi polisi-polisian dan memakai seragam polisi saat ada karnaval 17 Agustusan.

Di bawah tongkat Pak Tito, Jenderal Kapolri Kita, Polisi semakin menjadi humanis dan lebih mendekat kepada masyarakat. Polri saat ini mampu bersinergi dengan hampir seluruh eleman masyarakat termasuk TNI. Polisi sahabat Anak mampu membangun image bahwa Polisi bukanlah sosok yang menakutkan. Sebaliknya, Polisi semakin dicintai oleh warga masyarakat.

Seperti juga Kepolisian Polres Pasuruan Kota, beberapa tahun terakhir banyak kita jumpai petugas Polisi yang nongkrong bareng atau cangkrukan, baik di kampung-kampung, pasar, terminal maupun di warung-warung kelas tukang becak. Makan bareng kemudian ngobrol sambil minum kopi di warung, sering kita lihat pemandang seperti ini.

Dua personil Polresta Pasuruan Rabu 03/05 pagi tengah sarapan di Jalan Sumatra Kota Pasuruan. Tukang becak di sebelah Polisi itu pun tak merasa canggung dengan kehadiran polisi. Nampak akrab para langganan warung yang sebagian besar tukang becak dan juru parkir dengan menu yang sedaanya. Selepas melaksanakan tugas rutin melaksanakan pengaturan jalan di pagi hari.

foto    : Endy purwanto
editor : Tatagbuleng





Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.