NGAWI- Tikus umumnya dikenal sebagai pengganggu dan menjadi hama yang merepotkan petani di sawah. Bila jumlahnya terlalu banyak tikus akan menjadi petaka, sehingga populasinya harus dikendalikan untuk mencegah kerusakan sawah yang parah. Seperti halnya kegiatan yang dilaksanakan di area  persawahan dusun. Bolo 1desa. Sambiroto Kec. Padas Serda Wijianto bersama warga desa binaannya melaksanakan gerakan pembasmian hama tikus dengan menggunakan aplikasi mercon tikus. Minggu(28/05).

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Ketua Tim pengobatan pengamat hama Darmin,  PPL 3 orang,  Babinsa Ds Sambiroto, Serda Wijianto, Ketua poktan Rukun Santoso, Suyanto serta anggota kelompok tani Rukun Santoso sebanyak kurang lebih 30 orang. Dalam
kesempatan tersebut dilaksanakan pembagian Mercon pembasmi tikus sebanyak 600 buah kepada petani.

Ketua tim pengamat hama Darmin menyampaikan bahwa pengasapan menjadi alternatif cara pengendalian jumlah populasi tikus di sawah, dilakukan di mulut lubang sarang yang ditutup, menggunakan peralatan yang relatif sederhana.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Bom asap berbentuk tabung menggunakan KNO 3( Potassium Nitrate – bahan pembuat petasan) membuatnya lebih efektif mendorong gas belerang (S) masuk ke dalam sarang dan membasmi tikus.

"Masih dalam tahap percobaan, penggunaan gas beracun BaCl 2 akan merusak jaringan pernapasan dan syaraf tikus, dan lebih efektif membasmi tikus," pungkasnya.


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.