BANGKALAN - Sebagaimana telah disinggung di depan bahwa urgensi TMMD mengandung dua aspek yaitu aspek kesejahteraan dan aspek pertahanan keamanan. Aspek kesejahteraan bahwa sasaran TMMD harus merupakan sasaran yang nyata dan memberikan kemanfaatan bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat. Aspek kesejahteraan ini menjadi pertimbangan utama yang implementasinya berupa kegiatan pembangunana fisik dan non fisik.

Hal ini sejalan dengan program pemerintah baik pusat maupan daerah sehinggah dapat sinergi dalam pengalokasian anggaran dalam APBD. Mekanisme pelaksanaan TMMD dikerjakan dengan cara bergotong royong yang melibatkan unsur TNI, Polri, dan komponen masyarakat setempat sehingga dapat lebih efisien dari sisi anggaran dibandingkan dengan mekanisme penggangaran dengan kontraktual/lelang yang berjalan secara reguler dalam pengalokasian anggaran di Pemerintah Daerah.

Keuntungan program TMMD diantaranya efesiensi anggaran,kecepatan dalam penyerapan anggaran serta penyelesaian pelaksanaan program, dapat menjangkau pembangunan di daerah terpencil serta dalam pelaksanaanya melibatkan dan memberdayakan masyarakat setempat sehinggah akan menumbuhkan rasa memiliki dan tumbunya jiwa membangun desa dan kampung halaman.

Kecepatan penyerapan anggaran dalam pelaksanaan program TMMD karena dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dan dibatasi dalam kurun waktu 30 hari kerja. Pada waktu penutupan TMMD program diharapkan selesai 100 persen dan langsung diserahkan hasilnya kepada pemerintah daerah.

Dalam mencapai target waktu tersebut dapat disiasati dengan melaksanakan kegiatan Pra TMMD apabila dirasa pengerjaan sasaran TMMD tidak cukup waktu selama 30 hari. Kriteria penentuan sasaran TMMD di wilayah terpencil akan memacu perkembangan Desa/Kampung sehingga akan dapat berkembang mengikuti Desa lain yang sudah lebih maju.

Pelaksanaan TMMD dengan cara bergotong royong akan menumbuhkan jiwa kebersamaan dan saling membantu yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang harus terus dilestarikan. Sedangkan dari aspek pertahanan keamanan pelaksanaan TMMD diarahkan pada penyiapan geografi, demografi, dan kondisi sosial untuk mendukung pertahanan keamanan.

Pembangunan fisik jalan penghubung antar kampung dapat memberikan kelancaran manuver pasukan dan Alutsista dalam situasi perang disesuaikan dengan konsep produk sistem perencanaan dan pengendalian Binter (Sirendal Binter) Kodim, Korem, dan Kodam sesuai dengan pembagian mandala perang pada daerah pertempuran, daerah komunikasi dan daerah belakang.

Demikian juga pembangunan fisik lainnya harus mampu memberikan dampak pendukung pertahanan keamanan. Sedangkan kegiatan non fisik memberikan kesadaran kehidupan berbangsa bernegara, meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme bangsa dalam mengisi kemerdekaan dan kesiapan ketahanan wilayah.

Dari aspek pertahanan keamanan, TMMD merupakan media untuk mengarahkan rakyat secara sadar maupun tidak sadar turut andil dan menjadi komponen penting dalam pertahanan keamanan.
Kegiatan non fisik juga diharapkan untuk menepis dan menetralkan pengaruh negatif masyarakat pada pola hidup individualistik.

Dalam perjalanan sejarah telah memberi bukti bahwa persatuan dan kesatuan menjadi senjata yang ampuh dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Program TMMD harus memberikan dampak terciptanya kemanunggalanTNI rakyat. Perintah untuk tidur dan makan prajurit di rumah penduduk yang dijadikan TMMD membuat eratnya hubungan emosional dan jalinan persaudaraan yang tidak saja terjalin selama pelaksanaan TMMD melainkan terus terjalin paska TMMD sepanjang masa.

Perilaku dan semangat membantu masyarakat yang ditunjukkan prajurit kepada masyarkat dapat menimbulkan simpati dan kepercayaan rakyat terhadap institusi TNI dan pemerintah pada umumnya. Kesederhanaan prajurit dengan makan apa adanya yang dimasak tuan rumah dan kegiatan keagamaan serta kegiatan sosial lainnya menghilangkan sekat dan jarak antara TNI dan rakyat.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa program TMMD akan memiliki keunggulan yaitu efisiensi anggaran, kecepatan pelaksanaan program, jangkaun pembangunan ke daerah terpencil, terpeliharanya budaya gotong royong, meningkatnya taraf hidup rakyat, semakin sadar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta terciptanya kemanunggalan TNI dan rakyat.


penulis   :  Letkol Inf Sunardi Istanto SH
editor    :  Nugroho Tatag Yuwono


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.