TULUNGAGUNG - Momentum Peringatan Nuzulul Quran kali ini, kita jadikan sarana untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan Al Quran sebagai pedoman hidup dan sumber petunjuk yang kekal abadi dan universal. Marilah kita sosialisasikan ajaran dan nilai-nilai Quran dalam berbagai kehidupan sebagai warga masyarakat agar peran dan fungsi wahyu ilahi lebih dirasakan dalam keberagaman dan kehidupan kita bersama. Manusia dikodratkan menjadi makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dari makhluk lainnya. Demikian yang disampaikan Bupati Tulungagung Sahri Mulyo, SE, Msi pada acara peringatan Nuzulul Quran1438 H / 2017 M di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso alamat Jl. R.A Kartini No. 01 Kab. Tulungagung. Jum’at  (16/06)


Selain itu mari kita koreksi diri kta masing- masing, apakah amal kebaikan kita lebih banyak dari amal buik kita, atau malah sebaliknya amal keburukan lebih banyak dan pada amal kebakan kita. Mari kita berupaya untuk menjadi pribadi yang semakin lama, semakin menjad lebih baik lagi, saya mengajak kepada seluruh masyarakat Tulungagung, khususnya yang hadir saat ini untuk saling mendoakan, saling membantu dalam ketulusan, saling menghormati dan menghargai berbagai perbedaan, Jayalah kerukunan yang sudah kita bina selama ini, sambi tetap waspada terhadap berbagai ancaman yang dapat mengganggu indahnya kebersamaan kita, pungkas Bupati

Sementara itu Mauidloh Kasanah yang disampaikan Ustadz Dr. KH Syaiful Jaziz. M.Ag (Surabaya) bahwa Bulan Ramadhan disebut sebagai Syahrul-Huda bulan petunjuk karena wahyu yang pertama kali diturunkan dari kitab-kitab Allah tepat pada bulan Ramadhan. Oleh karena itu Ramadhan juga disebut sebagai Syahrul-Wahyu bulan wahyu atau lebih khusus lagi disebut sebagai Syahrul-Qur’an bulan Al-Qur’an. Disebut Syahrul-Qur’an karena wahyu Al-Qur’an diturunkan pertama kali pada bulan Ramadhan dan banyak ayat-ayat yang lain diturunkan pada bulan suci Ramadhan.

Diterangkan dari hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad bahwa Kitab Shuhuf diturunkan oleh Allah kepada Nabi Ibrahim as pada permulaan malam bulan Ramadhan. Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa as pada malam yang keenam bulan Ramadhan. Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa as pada malam yang ketiga belas dari bulan Ramadhan. Sedangkan Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW pada malam yang ketujuh belas dan ada juga riwayat yang mengatakan pada malam kedua puluh empat bulan Ramadhan.

jika seseorang membaca Al-Qur’an dalam keadaan berwudhu suci maka kebaikan pahalanya akan dilipatkan menjadi dua puluh lima kali lipat. Jika membacanya dalam keadaan shalat maka akan dilipatkan menjadi seratus kali lipat. Dan barang siapa yang membacanya pada bulan suci Ramadhan akan dilipat-gandakan menjadi seribu kali lipat. Bayangkan jika kita mampu membaca satu surat saja, atau satu Juz, atau bahkan mengkhatamkan Al-Qur’an, maka Allah akan melipat-gandakan pahalanya, tegas KH Syaiful.

Tampak hadir dalam peringatan tersebut  Dandim 0807/Tulungagung Letkol Czi Agung Isa Rahman SH, Kapolsek Kota Tulungagung Kompol Mustofa Alhadan, SH, Sekda Tulungagung Ir. Indra Fauzi. beserta istri Kepala Dinas /Badan / Kantor / Bagian / Asisten lingkup pemerintah Kab. Tulungagung., Anggota Kodim 0807/Tulungagung beserta Ibu Persit Kartika Chandra Kirana, Anggota Polres Tulungagung beserta ibu Bhayangkara.(t)


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.