BLITAR - Harga Jagung Melonjak Peternak Ayam Petelur Di Kabupaten Blitar Menjerit, ini dirasakanan ribuan peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar kembali mengeluhkan dengan anjloknya harga telur.  Pasalnya selain harga telur kembali terpuruk dikisaran Rp 14.500 perkilogram, keadaan diperparah dengan naiknnya harga jagung.

Seperti yang diungkapkan salah satu peternak  asal Suruwadang, Kademangan , Paduko (52). Menurutnya lebih suka memilih jagung lokal meski selisih harganya cukup banyak dibandingkan jagung impor yang disediakan pemerintah.  Pasalnya kata Paduko, jagung impor dari pemerintah yang didistribusikan Bulog keadaanya tidak sebagus jagung lokal.  "Jagung impor kondisinya sudah hitam-hitam,  nanti kalau dikasih itu terus ke ayam  malah pada sakit. Apalagi sekarang harga telur juga anjlok, " tutur Paduko,  Selasa (13/06/17).

Paduko meminta agar pemerintah dalam mendistribusikan jagung  disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan tidak ditimbun di daerah lain terlalu lama. Karena akan berakibat pada penurunan kualitas jagung.

Melihat kondisi tersebut Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH ) Kementrian Pertanian, I Ketut Diarmita turun ke Blitar untuk berkoordinasi dengan Satgas Pangan Kabupaten Blitar guna memstabilkan harga jagung sebagai pakan ternak. Menurutnya harga jagung di tingkat peternak naik akibat diduga adanya penimbunan jagung. Yang dilakukan oleh broker pakan atau pihak lain yang mengambil keuntungan lebih. "Untuk itu masalah ini harus kita hadapi bersama karena ini masalah bersama. Karena imbasnya juga ke peternak terlebih harga telur sekarang turun lagi, " tutur I Ketut Diarmita saat melakukan koordinasi dengan peternak se Kabupaten Blitar.

Ditempat yang sama Bulog Sub Divre Tulungagung, Krisna Murtiyanto menegaskan jika stok jagung  impor untuk peternak ayam di Blitar,  masih mencukupi.  Menurutnya sejak Januari  telah disiapkan stok sebanyak 10.770 ton. Dari jumlah tersebut sebanyak 9600 ton sudah didistribusikam ke peternak di Blitar,  Kediri dan Tulungagung. Sementara sisa stok sebanyak 1.120 ton masih akan mendapatkan tambahan dari Jakarta sebanyak 5.000 ton.  "Dimungkinkan karena biaya distribusi naik jadi harganya juga ikut naik,  namun stok kita aman, " papar Krisna Murtiyanto.

Sementara Bupati Blitar Rijanto yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan,  jumlah peternak di Kabupaten Blitar saat ini sebanyak 4322 peternak.  Dengan jumlah tersebut,   perhari bisa memproduksi 450 ton telur untul mencukupi kebutuhan di berbagai daerah.  Untuk itu pihaknya berupaya agar permasalahan yang dialami para peternak di Kabupaten Blitar bisa segera tuntas.  "Peternak menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Kabupaten Blitar, untuk itu kita juga harus sama-sama mencari solusi terkait permasalahan yang ada didalamnya, " ujar Bupati Rijanto (amrin)


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.