PASURUAN - Banyak hal yang dilakukan untuk menghindari hal -hal yang dapat membatalkan puasa bagi mereka yang menjalankannya seperti yang dilakukan Kanit Lantas Polsek Bugul Kidul AKP Miftaful SH Jum'at 09/06 pukul 08.30 wib saat melaksanakan kegiatan Pondok Ramadhan di SMU Muhamadiyah. Kanit Lantas  memberikan Bimbingan dan penyuluhan kepada siswa SMA Muhamadiyah dengan materi Bahaya Narkoba dan safety Riding, tampak seluruh peserta Pondok Pesantren mendengarkan dengan seksama pengarahan dari Kanit Lantas Bugul Kidul.

Dalam arahanya, AKP.Miftafhul,SH mengatakan bahwa Beberapa perkara atau hal yang membatalkan puasa dan pahalanya dan berlaku untuk semua puasa baik wajib seperti di bulan ramadhan  maupun sunnah, oleh karenanya dalam melaksanakan ibadah puasa perlu sikap hati-hati agar terhindar dari segala hal atau perkara yang dapat membatalkan maupun hal yang dapat mengurangi kesempurnaan nilai ibadah yang dijalankan sehingga bisa mendapat pahala yang berlimpah terlebih di bulan ramadhan, bulan yang penuh rahmah dan ampunan

Dalam hal Safety Riding, Kanit lantas ini menjelaskan pada siswa bahwa semua orang bisa mengendarai sepeda motor, tapi tak semua orang memahamai cara mengendarai sepeda motor dengan benar dan aman. Banyaknya kecelakaan yang melibatkan para pengendara roda dua, akhirnya kembali mencuatkan aksi untuk berkendara secara aman di jalanan. Bermunculannya pusat pelatihan safety riding, terbukti sangat bermanfaat bagi banyak orang.

Materi safety riding secara umum yang diberikan pada para peserta terdiri dari slalom, pengereman, melewati papan titian, dan juga rintangan bergelombang, untuk melatih kemampuan dan menjaga irama keseimbangan tubuh ketika sedang menikung, atau ketika sedang melalui jalanan berliku. Dalam melakukan gerakan slalom, hal yang terpenting adalah mengontrol gerakan tubuh pengendara sepeda motor. Maksudnya adalah saat sedang menikung atau belok, sepeda motor lebih mengikuti tubuh pengendara setelah stang.

Masih kata AKP Miftafhul Salah Satu Safety Riding adalah latihan pengereman sangat penting dilakukan, karena posisi mengerem yang benar idealnya adalah 60:40. Maksudnya adalah penggunaan rem depan sebanyak 60% dan rem belakang 40%. Distribusi pengereman yang benar akan menghindari terjadinya slip atau salah satu roda yang ‘membuang’ ketika sedang mengerem.

"Latihan-latihan untuk safety riding bisa dilakukan oleh semua pengendara motor di area terbuka yang luas, tanah lapang, atau area parkir. Sementara itu, ada dua hal tambahan yang patut diperhatikan di luar dari materi pengajaran, yaitu pengecekan kondisi sepeda motor dan memerhatikan kondisi tubuh pengendara sepeda motor," jelas kanit Lantas AKP Miftafhul,SH. (tag)

Posting Komentar