JAKARTA - Kepolisian Daerah Metro Jaya mengambil sampel deoksiribonukleat (DNA) para tersangka pembacooan ahli informasi teknologi alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) Hermansyah, Sabtu.
"Tadi mengambil DNA tersangka untuk memastikan peran masing-masing saat menganiaya," kata Kepala Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono kepada Tempo, Sabtu, 14 Juli 2017.
Argo mengatakan, pihaknya perlu melacak pemilik jam tangan yang tertinggal di dalam mobil Hermansyah. Diduga, jam itu lepas saat salah satu dari kelima tersangka menganiaya istri Hermansyah, Iriana Ustinova Svedlovk
Satu kejadian, ujar Argo, salah satu diantara pelaku itu menjambak rambut Iriana. Pelaku itu sempat masuk ke mobil korban. Diduga saat penganiayaan terjadi, jam tangan tersangka lepas dan terjatuh di dalam mobil Hermansyah.
Hal ini yang melatarbelakangi polisi melakukan tes DNA terhadap para tersangka yang sudah tertangkap. Saat ini polisi telah menangkap empat tersangka dari total lima orang, yakni Edwin Hitipeuw, 37 tahun, Lauren Paliyama (31), Erick Birahy (20), dan Richard Patipelu (21).

Polisi mengambil sampel darah di tubuh masing-masing pelaku. Nantinya darah yang ada di jam tangan akan dicocokkan dengan darah para tersangka. Namun, Argo belum memastikan kapan hasil DNA itu akan keluar.

"Mudah-mudahan hasilnya cepat keluar, ini jamnya siapa," kata Argo. Selain itu, polisi juga masih punya pekerjaan memburu satu tersangka lain yang masih buron bernama Domingus. Polisi menduga Domingus telah kabur ke Ambon atau daerah lain di kawasan Indonesia bagian timur.

Hermansyah dianiaya dan dibacok oleh kelompok Edwin Hitipeuw cs di jalan tol Jakarta-Bogor-Ciawai (Jagorawi) kilometer 6, Ahad, 9 Juli 2017. Peristiwa itu bermula ketika mobil Avanza yang ia kendarai disenggol sedan Honda City yang ditumpangi Edwin dan Lauren.
Tak terima, Hermansyah mengejar mobil tersebut dan meminta pengemudi menepikan kendaraan. Edwin, yang mengemudikan mobil, menuruti permintaan itu. Tiga rekannya yang menumpangi mobil lain di belakang ikut berhenti.
Empat teman Edwin menghampiri Hermansyah, yang sudah turun dari kendaraan. Sempat terjadi cekcok ketika Hermansyah meminta Edwin mengganti kerugian lantaran mobilnya rusak. Edwin menolak.
Lauren, yang berada di samping Edwin, mendadak naik pitam dan melayangkan sebilah pisau ke arah kepala dan tangan Hermansyah. “Jadi, murni karena insiden senggolan kendaraan. Tidak ada kaitan dengan profesi korban atau masalah yang lain,” ucap Argo.


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.