PASURUAN - Keluarga Mustofa (mantan suami Siti Khoiriyah) tidak terima kalau mantan istrinya tersebut dinikahi oleh Saefulloh. Karena diduga, menurut Mustofa bahwa Saefulloh telah merusak rumah tangganya.  Saefulloh,  menurut Mustofa telah menyebabkan dia bercerai dengan istrinya Siti Khoiriyah.

Pada tahun 2011 Saefulloh bertemu dengan Mustofa dan Siti Khoiriyah di Wamena Papua Mereka bertiga tinggal satu komplek. Hubungan rumah tangga Mustofa Dan Khoiriyah pun berakhir sekitar bulan Mei 2016 keduanya bercerai. Pada sekitar bulan Maret 2017  M.Saefulloh menikah sah dengan Siti Khoiriyah.

Kronologis keributan sekitar pukul 16.00 wib  saat M.Saefulloh berboncengan bersama istrinya Siti Khoiriyah dari rumah Semedu ke rumah mertuanya di desa Kapasan. Saat  dalam perjalanan berpapasan dengab Sugik (sepupu Khoiriyah), yang kemudian dihadang oleh SAER (Saudaranya Mustofa) Mustofa adalah mantan suami dari Khoiriyah) yang akhirnya terjadilah keributan.

Karena ribut dan akan berkelahi sehingga M.Saefulloh akhirnya disuruh pulang ke rumah mertuanya di desa Kapasan. Pukul 19.00 Wib di rumah mertuanya ada tahlil keluarga, banyak yang ikut tahlil. Jum'at 07/07 pukul 00.45 wib. Pukul 19.30 Wib selesai tahlil, keluarga saling ribut kembali. Saefulloh merasa terancam,
sehingga meminjam clurit dari saudaranya di Watuprapat.

Dengan membawa clurit M.Saefulloh  mendatangi rumah Kades Harto dengan maksud melaporkan kejadian bahwa dirinya dihadang oleh Saer dan bermaksud meminta perlindungan dan permasalahannya dapat diselesaikan.

Ketika di rumah Kades Harto,  beberapa Warga yang diduga dari keluarga Mustofa berdatangan dengan maksud akan menghakimi M.Saefulloh saat  itu

Situasi semakin panas, dan petugas Kepolisian yang tiba di lokasi Sekira pukul 00.45 Wib mengevakuasi Saefulloh ke Polres Pasuruan Kota dengan menggunakan mobil Mitsubishi Strada Polsek Nguling. Menghindari hal-hal yang tak diinginkan,  Oleh petugas, Saefulloh dikenakan seragan Polisi untuk mengelabui massa.  (tag)

Posting Komentar