NGULING - Mendengarkan pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Tito Karnavian melalui Kompas TV terkait teror sasar Polisi  oleh personil Polsek Nguling dipimpin Waka Polsek Iptu Jayadi, di Mako Polsek Nguling Sabtu 08/07 malam. Dalam kegiatan nonton bareng tersebut Wakapolsek Nguling Iptu Jayadi mengajak anggota yang piket malam hari tersebut untuk menyimak pernyataan serta himbauan Kapolri Jenderal Tito Kanavian.

Dalam acara nonton bareng untuk mendengarkan wawancara Kapolri di Kompas TV. Personil Polsek Nguling menyimak hal-hal yang disampaikan Kapolri yaitu dalam penangkapan polisi terhadap mereka (teroris) dianggap didzolimi, target utama teroris adalah polisi yang sudah  terorganisir dan ini memang  ancaman yang sudah lama namun karena tugas, polisi tetap untuk melindungi masyarakat," tegas Kapolri Tito dalam acara Kompas TV malam itu.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, sudah lama polisi menjadi sasaran utama kelompok teroris di Indonesia. Teroris, kata dia, menganggap Indonesia adalah negara yang "thoghut" atau menyembah selain Allah.

Oleh karena itu, teroris menganggap siapapun yang mengabdi pada negara adalah kafir. "Polisi dianggap antek-antek negara, kafir. "Kan dia anggap Indonesia negara thoghut, siapapun anteknya,adalah
iblis, setan, menurut teroris" ujar Tito dalam acara TV tersebut.

Posting Komentar