JAKARTA – Selain guide (pemandu wisata), polisi juga memeriksa pengemudi Grab atau ojek online sebagai saksi terkait empat pelaku penyelundupan sabu seberat 1 ton di Kawasan Pantai Anyer, Serang, Banten.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, kelompok penyelundup ini merupakan jaringan transnasional dan merupakan jaringan terputus, yakni antara pelaku, pemilik, dan penerima tidak saling kenal.

Untuk mengungkap jaringan tersebut, pihaknya tengah melakukan pengembangan termasuk memeriksa beberapa saksi diantaranya seorang guide atau pemandu wisata beserta rekannya, pemilik hotel, dan pengemudi grab atau ojeg online.

” Kami akan periksa pengemudi Grab, apakah dia tahu kegiatan tersangka selama di Indonesia. Tim bentukan kapolda saat ini masih bekerja,” kata Kombes Pol Argo di Mapolda Metro Jaya, Sabtu, (15/7/2017).

Kombes Pol Argo menambahkan, pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang mayoritas warga negara Indonesia (WNI) tersebut tidak lain untuk mengetahui kegiatan para pelaku selama tinggal di Indonesia.

“Tentunya kita kan harus mengecek selama dia di sini ngapain aja. Belum tahu, belum selesai pemeriksaan. Ada Pemandu, temennya pemandu juga, ada temennya lagi, supir grab,” jelas Kombes Pol Argo.

Selain itu, polisi juga tengah melakukan penyelidikan terkait kendaraan yang dipakai oleh para pelaku untuk menyelundupkan barang haram tersebut. Meski telah memastikan melalui jalur laut menggunakan kapal namun belum diketahui kapal jenis apa.

“Kami akan mencari tahu kapal yang digunakan, kapal yang digunakan untuk merapat di Anyer. Mudah-mudahan segera diketahui kapal apa dan jenis apa yang digunakan untuk mengangkut barang-barang narkotika ini,” tandas Kombes Pol Argo.

Tim gabungan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bersama Polresta Depok membongkar penyelundupan sabu 1 ton di demaga Hotel Mandalika, Anyer, pada Rabu (13/7/2017).

Pelaku Penyelundupan diketahui berjumlah empat orang, yakni Lin Ming Hui (bos), Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li. Lin tewas ditembak polisi lantaran melawan saat ditangkap. Sementara Chen dan Liao ditangkap hidup-hidup. Hsu sempat melarikan diri. Namun kurang dari 12 jam, pelaku berhasil diringkus saat menunggu bus.

Kapolda Metro Jaya memperkirakan sabu dalam 51 bungkus besar itu nilainya Rp1,5 triliun. Ia juga menyebut pengungkapan kasus penyelundupan ini menyelamatkan 2 jura orang.


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.