BANGKALAN - Pencinta alam (pala) gabungan mahasiswa dan pelajar di Bangkalan memperingati HUT Kemerdekaan RI dengan cara yang berbeda. Mereka mengibarkan bendera Merah Putih di bukit Desa Pendabah, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Kamis (17/8).

Sejumlah pencinta alam yang bertugas mengibarkan bendera ukuran jumbo itu mulai memanjat tebing. Bendera dengan panjang 10 meter dan lebar 4,6 meter itu sebagai simbol kebesaran dan kejayaan republik ini. Kegiatan dilangsungkan sekitar pukul 07.30. Lagu Indonesia raya juga ikut dikumandangkan.

Pelatih Pencinta Alam Palaekopra SMAN 1 Bangkalan Anang Hidayat mengatakan, kegiatan ini diadakan oleh Palaekopra dengan mengajak organisasi pencinta alam lainnya. Termasuk sejumlah pelajar SMAN 1 Bangkalan yang aktif di bidang ekstrakurikuler (ekskul).

Ekskul itu ada bidang PMR, Pramuka, Kopes, astronomi, futsal, voli, dan basket. Kemudian juga bidang jurnalistik, renang, OSIS, dan MPK,” jelasnya.

Pengibaran bendera Merah Putih di tebing tersebut sebagai simbol kekuatan dan kekokohan NKRI. Selain itu juga dalam rangka memberikan suguhan berbeda dalam memperingati HUT Ke-72 Kemerdekaan RI.

”Tebing juga lekat dengan kegiatan pencinta alam. Jadi kami memilih memperingati kemerdekaan dengan kebiasaan yang kami lakukan,” ungkap Anang kepada Jawa Pos Radar Madura.

Menurutnya, cara pemasangan bendera pada tebing tidak mudah. Para petugas pengibar bendera menggunakan teknik single rope technique (SRT). Teknik tersebut memang biasa dipakai dalam kegiatan panjat tebing. Tentu pada saat pemasangan membutuhkan tenaga ekstra dan cucuran keringat.

Para pencinta alam lainnya yang bergabung pada pelaksanaan kegiatan tersebut yakni Ghubatras UTM, Sakerapala SMAN 2 Bangkalan, Sispara SMAN 4 Bangkalan, Gaspalas SMKN 2 Bangkalan, dan Spalsa SMAN 1 Arosbaya. Sebelum kegiatan dilaksanakan, terlebih dahulu para pencinta alam dari Palaekopra melakukan persiapan. ”Seperti pemasangan alat untuk panjat tebing,” terangnya.

Dia mengajak para pencinta alam agar tidak pudar mencintai negeri yang kaya akan sumber daya alamnya (SDA). ”Semangat kita jangan pernah padam untuk meneruskan perjuangan pahlawan. Kuat dan kokoh seperti tebing. Semangat kami, semangat memberi untuk negeri,” pungkasnya.

Posting Komentar