PASURUAN - Beberapa waktu lalu, Mobil Pikap dengan Nopol W 9884 L mengalami kecelakaan tunggal yang bertempat di Jalan Raya Patebon, Desa Patebon, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

Dari kejadian tersebut, satu penumpang dinyatakan meninggal dunia dan 20 orang mengalami luka ringan (LR) dan luka berat (LB).

Korban meninggal adalah Vina Nur Amelia Putri (6) warga Dusun Duren, Desa Mangguan, Kecamatan Pasrepan. Informasi yang didapatkan, kecelakaan itu disebabkan karena sopir pikap Khuznaini (40) lalai dalam berkendara sehingga membuat mobil pikap oleng dan menabrak pohon palm berukuran besar.

Kejadian tersebut pun menyita perhatian Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Mellysa Amalia, S.H., S.I.K., dan saat mendatangi TKP mengatakan, ada beberapa pelanggaran yang dilakukan sopir pikap ini. "Pertama, dia memaksakan mobil yang diperuntukkan untuk mengangkut barang digunakan untuk mengangkut orang. Ini jelas kesalahan fatal, bahkan jumlah penumpang yang dimuat luar biasa, yakni 23 orang," katanya kepada Surya saat ditemui di RS. Soedarsono, Purut, Kota Pasuruan.

Dia menjelaskan, kedua, dugaan kuat, sopir melaju dengan kecepatan tinggi. Setibanya di lokasi, diduga mobil pikap mengalami trouble, sehingga sopir pun tidak bisa mengendalikan lajunya. “Mobil menabrak pohon palm, dan langsung terbalik ke kanan. Penumpang yang dimuat dalam pikap langsung terjatuh,” terangnya.

Mantan Kasat Lantas Polres Jombang ini mengimbau kepada semua masyarakat Pasuruan khususnya, agar tidak menggunakan mobil pikap atau bak terbuka untuk mengangkut orang. Ia berharap, kejadian ini bida dijadikan sebuah pelajaran berarti. “Jangan gunakan mobil pikap untuk mengangkut orang. Peruntukkannya untuk barang ya barang, jangan mengangkut orang,” imbuhnya.

Sejauh ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab kecelakaan tragis tersebut. Salah satu penumpang selamat, Sucik, mengatakan, ia dan tetangganya yang berjumlah 23 orang ini mau berkunjung ke rumah teman di Bajangan, Kecamatan Gondang Wetan.

“Kami mau ikut selamatan teman yang mau naik haji. Makanya, kami rombongan sepakat naik pikap sebagai sarana menuju kesana. Lebih murah daripada naik sepeda motor sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Menurut dia, kejadian itu terjadi sangat cepat. Ia pun bahkan tidak mengingat bagaimana detik-detik kecelakaan terjadi. “Saya tahunya itu, ada benturan keras dan saya terpental lantas terjatuh. Kaki saya kram, kaku, tidak bisa digerakkan,” tambahnya.


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.