Pasuruan, Tibunusantara.com
Menyambut HUT RI ke 72, warga RT 01, Perum Graha Indah, Kelurahan Krapyakrejo, Kecamatan Gadingrejo bersama BNN Kab. Pasuruan dan Polres Pasurtuan Kota, menggelar lomba tebak rambu, gerak lalu lintas dan sosialisasi narkoba, radikalisme serta kenakalan remaja.

Acara berlangsung meriah dan khidmat.
Acara didahului dengan acara kirab anak-anak usia dini bersama anggota Sat Lantas. Para anak-anak dikirab keliling perumahan dengan menumpang mobil kijang patrol milik Polsek Gadingrejo dengan dipandu oleh Brigair Dedy S dan Kanit Sat Lantas Pos Gadingrejo Aiptu Ambar K. “Ini adalah bentuk kedekatan anggota polisi dengan anak.

Ya “Polisi Sahabat Anak”,” ujar Kapolsek Gadingrejo, Kompol Wartono yang diiyakan oleh Aipda Komarudin, KBO Sat Lantas Polres Pasuruan Kota.
Dari gelaran lomba tebak rambu dan gerak lalu lintas, semua pertanyaan terjawab seluruhnya. Antusias anak-anak sangat luar biasa. Rambu sulit pun terjawab. “Dilarang menyalip,” jawab seorang anak saat ditanya rambu oleh Brigadir Dedy, sekaligus Babinkamtibmas Kelurahan Krapyakrejo.

Hingga usai, berjalan meriah. “Untuk menjaga anak lepas dari pengaruh dunia luar yang tidak benar, bisa narkoba, bisa aliran sesat, atau bentuk kenakalan remaja lainnya, adalah orang tua di rumah. Untuk itu, jagalah anak-anak selama di rumah,” terang Kapolsek Gadingrejo Kompol Wartono.

Namun sebelum acara ditutup, BNN Kab Pasuruan yang diwakili dr Aris Budi, Kepala Seksi PPM, BNNK Kabupaten Pasuruan, memberikan penyuluhan tentang peredaran narkoba di Pasuruan.

Menurut Aris Budi, Pasuruan merupakan urutan ke 5 dari seluruh korta/kabapten se Jatim. Bahkan di Kabuapeten Pasuruan narkoba sudah menjamah anak usia 9 tahun. Oleh karenanya, Budi berpesan kepada para orang tua untuk tidak kepada anaknya yang terlibat atau terkena narkoba.

“Tolong dekati dari hati ke hati. Jangan anak dimarahi, karena dampaknya akan lebih buruk,” tandas Aris Budi.
Dikatakan, jika memang ada keluarganya yang terkena narkoba silahkan saja melapor ke BNN. Nanti BNN akan merehabilitasi sampai sembuh.

Dikatakan Aris, bagi keluarga yang melapor ke BNN dijamin tidakakan dijerat hukum. Justru nanti akan diobati. Sementara ini yang paling rawan jadi sasaran peredaran narkoba adalah sekolajh-sekolah.
Oleh karenanya, BNN menghimbau kepada sekolah untuk memagari sekolahnya. Kantin atau warung supaya di dalam sekolah. Ini untuk menghindarkan para siswa jajan di luar sekolah.

“Memantau peredaran narkoba akan mudah daripada siswa dibiarkan bebas jajan di luar sekolah,” pungkasnya. (kadir)


Hak Jawab / Hak Koreksi:
call / SMS / WhatsApps:
082233590005 / 081357848782
Email: tribunusantara@gmail.com

PASURUAN

[Pasuruan][fbig1][#e74c3c]

Nasional

[Nasional][fbig1][#e74c3c]
Diberdayakan oleh Blogger.