PONOROGO  - Empat anak punk terkena razia petugas Sabhara, Polres Ponorogo di persimpangan Dengok, Desa Madusari, Siman, Ponorogo, Sabtu(05/08/2017).

Keempat remaja tanggung yang terdiri dari dua wanita dan dua laki-laki ini berasal dari beberapa kota termasuk juga salah satunya kelahiran Ponorogo.

"Sebelumnya kita mendapatkan keluhan dari masyarakat, tentang keberadaan anak punk yang dianggapnya mengganggu pandangan, yang kemudian kami tindakkanjuti dan berhasil melakukan razia terhadap empat anak punk di seputaran persimpangan Dengok,"ucap Kasubnit Dalmas 2 Satbhara Polres Ponorogo, Aiptu Yudi Tri Wahono.

Keempat anak punk ini selain di data, juga diberikan sanksi menyanyikan lagu-lagu nasional, lagu Indonesia Raya dan hormat bendera di halaman Mapolres Ponorogo dibawah terik matahari.

Tak hanya itu, anggota Satbhara juga menasehati mereka yang kemudian bergantian disuruh mandi.

"Selama di rumah saya tidak dianggap oleh orang tua,"ucap Viky, salah satu anak punk yang  lahir di Ponorogo dan mengikuti orang tuanya pindah ke  Pasuruan.

Cewek sulung dari tiga bersaudara ini mengaku jika seharusnya dia saat ini sudah kelas 2 SLTA namun dia tak bisa melanjutkan sekolah karena menurutnya kurang mendapat perhatian dari orang tua.(*)

Posting Komentar