Pasuruan | TRIBUNUS- ANTARA.COM - Proses tender yang dilaksanakan oleh BADAN LAYANAN PENGADAAN (BLP) Kota Pasuruan pada Tahun Anggaran 2017 diduga ada main, sebut saja AS salah satu staff penyedia (Cv.maharaja jaya utama) merasa dirugikan, karena menurut dia..red, dalam proses lelang perusahaan yang mereka miliki sudah mengikuti standar aturan lelang.


Anehnya menurut sumber ini, perusahaan yang diundang selalu tawaran yang terendah, dan setiap pembuktian selalu tak transparan alias “bekonop”, sementara ada tujuh penyedia dan yang mendapat undangan urutan ke enam oleh pihak Pokja I  yang menangani Paket tersebut, demikian ungkap (AS) Staff pengusuha yang mengikuti tender kepada awak media 14/17 kamis.


LSM GARIS, Wiyono menggapi kekecewaan AS mengaku kesal atas jawaban normatif oleh pihak Pokja I waktu ditemui dikantornya (BLP Kota Pasuruan), yang terkesan tidak transparan dan cenderung ada yang di tutup-tutupi, atas hal ini menurut  WIYONO di dalam lingkungan BLP harus ada penyegaran atau di ganti, karena jika tidak, kedepan BLP Kota Pasuruan akan menjadi ajang kecurangan yang menyebabkan seluruh pengusaha yang dianggap dekat atau pandai bermain mata selalu dimenangkan dalam proses tender atau lelang, katanya.


Lebih lanjut WIYONO kepada tribunu-antara.com mengatakan bahwa  pihak AS yang ikut tender ini sudah jelas diurutan pemenang namun tidak di undang dan tidak ada penjelasan yang terbuka dari pihak BLP kenapa beberapa peserta yang mengikuti proses tender dan berada di urutan 1,2,3 semua tidak diundang.

Sebagai penawar terbaik justru perusahaan Putra Pratama yang diurutan ke enam satu-satunya yang di undang, hal ini bukan menjadi rahasia umum lagi kalau panitia kongkalikong dengan pokja I dan  ikut bermain dalam memenangkan suatu perusahaan tertentu.

Sejalan dengan hal tersebut, saat dikonfirmasi dan di mintai keterangan oleh awak media ketua BLP Kota Pasuruan tidak bisa ditemuai diruangnya hingga berita ini di tulis (Tim)

Posting Komentar